IMAN KEPADA RASUL

IMAN KEPADA RASUL 

iman kepada rasul

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu Rukun Iman yaitu Iman Kepada Rasul, dengan isi materi diantaranya :

1. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah
2. Fungsi Beriman Kepada Rasul Allah
3. Hukum Beriman Kepada Rasul Allah
4. Perbedaan Nabi dan Rasul

Tentunya, kita juga akan memberikan beberapa dalil naqli yang ada untuk menambahkan pemahaman teman-teman.

Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diangkat sebagai utusan dengan tujuan menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup. Sedangkan Nabi adalah Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. untuk dirinya sendiri tapi tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

Pengertian Iman kepada Rasul
Iman kepada rasul berarti mempercayai atau meyakini bahwa rasul Allah Swt. adalah seorang yang diutus dan ditugaskan Allah swt. menyampaikan ajaran Allah Swt. (wahyu) yang diterimanya kepada umatnya agar dijadikan pedoman hidup.

Ada juga sebutan Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah utusan Allah yang memiliki kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menyampaikan risalah pada umatnya.
5 Nabi Ulul Azmi :
1. Nabi Nuh As.
2. Nabi Ibrahim As.
3. Nabi Musa As.
4. Nabi Isa As.
5. Nabi Muhammad Saw.

Dengan mengimani Rasul Allah SWT. adalah kewajiban semua umat Islam karena merupakan rukun Iman yang ke 4. Hal ini diperkuat dalam dalil Naqli pada Al-Quran.

Dalil Naqli Iman Kepada Rasul

1. Surah Al-An’am Ayat 48
Surah Al-An'am Ayat 48

 Quran Surah Al-An’am ayat 48
Artinya :
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al An’am 6 : 48).

2. Surah An-Nisaa Ayat 136
Surah An-Nisa Ayat 136
 Quran Surah An-Nisaa Ayat 136
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An-Nisa/4: 136) .

Fungsi Iman Kepada Rasul Allah
Ada banyak fungsi beriman kepada Rasul Allah, diantaranya yaitu :
1. Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-benar manusia pilihan Allah
2. Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul
3. Mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada umatnya
4. Lebih mencintai dan menghormati rasul atas perjuangannya
5. Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup
6. Mendapat rahmat Allah
7. Mengerti tatacara bertauhid, beriman / ber’aqidah dan beribadah yang benar
8. Tuntunan menuju jalan yang benar untuk keselamatdunia akhirat
9. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat sempurna-Nya
10. Dapat membedakan antara yang benar (baik) dan yang salah (buruk)

Hukum Beriman kepada Rasul
Hukum beriman kepada rasul adalah wajib (fadu 'ain). Para rasul merupakan utusan Allah swt. yang mengemban tugas menyampaikan risalah (wahyu atau ajaran Allah) yang diterimanya kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup agar dapat meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Perbedaan Nabi dan Rasul
Secara ringkas untuk membedakan pengertian antara nabi dan rasul adalah sebagai berikut.

Nabi, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan tidak berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).

Rasul, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).

Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan Iman Kepada Rasul
Beriktu adalah ayat-ayat al-qur'an yang menjelaskan tentang keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut.

    Surah Al-Mukmin, 40:78.
    Surah An-Nahl, 16:43.
    Surah Al-Baqarah, 2:285.
    Surah Al-Furqan, 25:20.
    Surah Saba', 34:28.
    Surah At-Taubah, 9:128.
    Surah Al-Maidah, 5:15.
    Surah An-Nisa, 4:165.

Metode Analisis Node

PENGERTIAN DAN CARA ANALISIS NODE


Analisis Node
Sebelum membahas metoda ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu
pengertian mengenai tentang node.

Node atau titik simpul adalah titik pertemuan dari dua atau lebih elemen rangkaian.
Junction atau titik simpul utama atau titik percabangan adalah titik pertemuan dari tiga
atau lebih elemen rangkaian.

Untuk lebih jelasnya mengenai dua pengertian dasar diatas, dapat dimodelkan dengan
contoh gambar berikut.
Contoh :


Jumlah node = 5, yaitu : a, b, c, d, e=f=g=h
Jumlah junction = 3, yaitu : b, c, e=f=g=h

Analisis node berprinsip pada Hukum Kirchoff I/ KCL dimana jumlah arus yang masuk
dan keluar dari titik percabangan akan samadengan nol, dimana tegangan merupakan
parameter yang tidak diketahui. Atau analisis node lebih mudah jika pencatunya
semuanya adalah sumber arus. Analisis ini dapat diterapkan pada sumber searah/ DC
maupun sumber bolak-balik/ AC.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada analisis node, yaitu :
  •  Tentukan node referensi sebagai ground/ potensial nol.
  •  Tentukan node voltage, yaitu tegangan antara node non referensi dan ground.
  •  Asumsikan tegangan node yang sedang diperhitungkan lebih tinggi daripada tegangan node manapun, sehingga arah arus keluar dari node tersebut positif.
  • Jika terdapat N node, maka jumlah node voltage adalah (N-1). Jumlah node voltage ini akan menentukan banyaknya persamaan yang dihasilkan.
Contoh latihan :
1. Tentukan nilai i dengan analisis node !

 Jawaban :
- Tentukan node referensinya/ground
- Tentukan node voltage
- Jumlah N=3, jumlah persamaan (N - 1) = 2


Tegangan Dan Energi LIstrik

TEGANGAN DAN ENERGI LISTRIK 

 
Tegangan
Tegangan listrik adalah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan volt. Besaran ini mengukur energi potensial dari sebuah medan listrik yang mengakibatkan adanya aliran listrik dalam sebuah konduktor listrik.

Tegangan atau seringkali orang menyebut dengan beda potensial dalam bahasa Inggris
voltage adalah kerja yang dilakukan untuk menggerakkan satu muatan (sebesar satu
coulomb) pada elemen atau komponen dari satu terminal/kutub ke terminal/kutub
lainnya, atau pada kedua terminal/kutub akan mempunyai beda potensial jika kita
menggerakkan/memindahkan muatan sebesar satu coulomb dari satu terminal ke
terminal lainnya.

Keterkaitan antara kerja yang dilakukan sebenarnya adalah energi yang dikeluarkan,
sehingga pengertian diatas dapat dipersingkat bahwa tegangan adalah energi per satuan
muatan.

Secara matematis :
Satuannya : Volt (V)

Pada gambar diatas, jika terminal/kutub A mempunyai potensial lebih tinggi daripada
potensial di terminal/kutub B. Maka ada dua istilah yang seringkali dipakai pada
Rangkaian Listrik, yaitu :

1. Tegangan turun/ voltage drop
Jika dipandang dari potensial lebih tinggi ke potensial lebih rendah dalam hal ini
dari terminal A ke terminal B.

2. Tegangan naik/ voltage rise
Jika dipandang dari potensial lebih rendah ke potensial lebih tinggi dalam hal ini
dari terminal B ke terminal A.
Pada buku ini istilah yang akan dipakai adalah pengertian pada item nomor 1 yaitu
tegangan turun. Maka jika beda potensial antara kedua titik tersebut adalah sebesar 5
Volt, maka VAB = 5 Volt dan VBA = -5 Volt

Energi
Energi listrik adalah energi utama yang dibutuhkan bagi peralatan listrik/energi yang tersimpan dalam arus listrik dengan satuan amper (A) dan tegangan listrik dengan satuan volt (V) dengan ketentuan kebutuhan konsumsi daya listrik dengan satuan Watt (W) untuk menggerakkan motor, lampu penerangan, memanaskan, mendinginkan atau menggerakkan kembali suatu peralatan mekanik untuk menghasilkan bentuk energi yang lain.

Energi yang dihasilkan dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air, minyak, batu bara, angin, panas bumi, nuklir, matahari, dan lainnya. Energi ini besarnya dari beberapa Joule sampai ribuan hingga jutaan Joule.

Kerja yang dilakukan oleh gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Jadi energi
adalah sesuatu kerja dimana kita memindahkan sesuatu dengan mengeluarkan gaya
sebesar satu Newton dengan jarak tempuh atau sesuatu tersebut berpindah dengan
selisih jarak satu meter.

Pada alam akan berlaku hukum Kekekalan Energi dimana energi sebetulnya tidak dapat
dihasilkan dan tidak dapat dihilangkan, energi hanya berpindah dari satu bentuk ke
bentuk yang lainnya. Contohnya pada pembangkit listrik, energi dari air yang bergerak
akan berpindah menjadi energi yang menghasilkan energi listrik, energi listrik akan
berpindah menjadi energi cahaya jika anergi listrik tersebut melewati suatu lampu,
energi cahaya akan berpinda menjadi energi panas jika bola lampu tersebut
pemakaiannya lama, demikian seterusnya.

Untuk menyatakan apakah energi dikirim atau diserap tidak hanya polaritas tegangan
tetapi arah arus juga berpengaruh.
Elemen/komponen listrik digolongkan menjadi :

1. Menyerap energi
Jika arus positif meninggalkan terminal positif menuju terminal
elemen/komponen, atau arus positif menuju terminal positif elemen/komponen
tersebut.

2. Mengirim energi
Jika arus positif masuk terminal positif dari terminal elemen/komponen, atau
arus positif meninggalkan terminal positif elemen/komponen.

Energi yang diserap/dikirim pada suatu elemen yang bertegangan v dan muatan yang
melewatinya Δq adalah Δw = vΔq
Satuannya : Joule (J)

MAKALAH GEOPOLITIK INDONESIA

GEOPOLITIK BANGSA INDONESIA MAMPU MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS WILAYAH INDONESIA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Negara kita adalah negara kepulauan  yang di kelilingi oleh lautan dari sabang sampai merauke. Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang berbhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air. Ketidaksamaan tersebut menimbulkan perbedaan pendapatan, kehidupan, kepercayaan dapam hubungan dengan penciptanya dan melaksanakan hubungan dengan sesamanya dan dalam cara melihat serta memahami sesuatu. Perbedaan-perbedaan inilah yang kita sebut keanekaragaman. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keanekaragaman tersebut memerlukan perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersau memelihara keutuhan negaranya.
Maka dari itu, pemerintah dan rakyat memerlukan konsepsi berupa wawasan nasional untuk menyelengarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kehidupan, keutuhan wilayah serta jadi diri bangsa.
Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir  abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik, dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa, di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional, akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. Geopolitik, dibutuhkan oleh setiap negara di dunia, untuk memperkuat posisinya terhadap negara lain, untuk memperoleh kedudukan yang penting di antara masyarakat bangsa-bangsa, atau secara lebih tegas lagi, untuk menempatkan diri pada posisi yang sejajar di antara negara-negara raksasa.

BAB II
DESKRIPSI MASALAH

2. 1 Deskripsi Masalah
Geopolitik secara Bahasa yunani berasal dari kata “Geo” yang berarti bumi dan “Politik” yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.
Geopolitik secara tradisional menunjukkan hubungan antara kekuatan politik dan ruang geografis. Dalam artian konkret, geopolitik sering dilihat sebagai pemikiran yang mempelajari prasyarat strategis berdasarkan kepentingan relatif kekuatan daratan dan laut dalam sejarah dunia. Tradisi geopolitik secara konsisten mempelajari korelasi kekuatan geopolitik dalam politik dunia, identifikasi wilayah inti internasional, dan hubungan antara kemampuan laut dan darat.
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai: “Bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.” Menurut ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa “Ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografis Indonesia dengan segala aspek kehidupan nasionalnya”
Paham tentang kekuatan dan kekuasaan yang berkembang di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai. Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang berbeda dengan pemahaman archipelago di negara-negara barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham barat laut berperan sebagai pemisah pulau sedangkan menurut paham Indonesia laut adalah penghubung sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan disebut Negara kepulauan.

BAB III
ANALISIS MASALAH

Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung atau tidak langsung kepada sistem politik suatu negara. Sebaliknya politik negara itu secara langsung akan berdampak langsung kepada geografi negara bersangkutan.
Sebagai negara kepulauan dan berbhineka Indonesia mempunyai kekuatannya yang terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air,sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri negara ini. Dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda tahun 1928 dan berlanjut pada proklamsi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Dalam pelaksaannya Indonesia tidak bebas dari pengaruh interaksi dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan, regional maupun internasional. Dalam hal ini Indonesia harus memiliki pedoman. Salah satu pedoman Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara, sehingga disebut Wawasan Nusantara. Oleh karena itu wawasan nusantara adalah geopolitik Indonesia.
Wawasan Nasional yang merupakan ladasan visional suatu bangsa yang bersangkutan menuju ke masa depan. Kehidupan berbangsa dalam suatu negara memerlukan suatu konsep cara pandangan atau wawasan nasional yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa dan wilayahnya serta jati diri bangsa itu. Adapun wawasan nasional bangsa Indonesia dikenal dengan Wawasan Nusantara.
Wawasan  Nusantara mempunyai arti cara pandang bangsa Indonesia tentang jatidiri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya. Dengan demikian wawasan nusantara berperan untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan kemerdekaannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara, diantaranya :

A. Wilayah
Sesuai dengan Hukum Laut Internasional, secara garis besar Indnesia sebagai negara kepulauan memiliki Laut Toritorial, Perairan Pedalaman, Zone Ekonomi Eksklusif, dan Landas Kontinen. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Negara Kepulauan adalah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain.
2. Laut Toritorial adalah satu wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil laut di ukur dari laut pangkal, sedangkan garis pangkal adalah garis air surut terendah sepanjang pantai, seperti yang terlihat pada peta laut skala besar yang berupa garis yang menghubungkan titik-titik luar dari dua pulau dengan batas-batas tertentu sesuai konvensi ini.
3. Perairan Pedalaman adalah wilayah sebelah dalam daratan atau sebelah Dalam dari garis pangkal.
4. Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal.
5. Landas Kontinen suatu negara berpantai meliputi dasar laut dan tanah di- bawahnya yang terletak di luar laut teritorialnya spanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah daratannya.

Karakteristik Wilayah Nusantara, Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia dan diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, yang terdiri dari 17.508 pulau besar maupu kecil.Jumlah pulau yang sudah memiliki nama adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas-batas astronomi sebagai berikut :
Utara : ± 6° 08’ LU
Selatan : ± 11° 15’ LS
Barat : ± 94° 45’ BT
Timur : ± 141° 05’ BT
Jarak utara – selatan sekitar 1.888 Kilometer, sedangakan jarak barat – timur sekitar 5.110 Kilometer Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5. 193.250 km persegi, yang terdiri dari daratan seluas 2. 027. 087 km persegi dan perairan 127 3. 166. 163 km persegi.

B. Geostrategi
Strategi adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik.Strategi juga dapat merupakan ilmu, yang langkah -langkahnya selalu berkaitan dengan data dan fakta yang ada. Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk negara dan bangsa Indonesia adalah kennyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek, di samping aspek geografi juga aspek – aspek demografi, ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya dan Hankam.
Strategi biasanya menjangkau masa depan, sehingga pada umumnya strategi disusun secara bertahap dengan memperhitungkan faktor–faktor yang mempengaruhinya.Dengan demikian geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhatikan kondisi dan konstelasi geografi sebagai fektor utamanya.Disamping itu dalam merumuskan strategi perlu pula memperhatikan kondisi sosial, budaya, penduduk , sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional.

BAB IV
PENUTUP

Geopolitik sangatlah diperlukan oleh suatu bangsa karena untuk memperkuat posisinya terhadap negara lain, memperoleh kedudukan yang penting di antara masyarakat bangsa-bangsa untuk menempatkan diri pada posisi yang sejajar di antara negara-negara raksasa. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus menjaga integritas sebuah wilayahnya agar tidak direbut oleh negara lain. Maka wawasan nasional sangatlah dibutuhkan sebagai  landasan visional dari suatu bangsa yang bersangkutan menuju ke masa yang akan datang. Kehidupan berbangsa dalam suatu negara memerlukan suatu konsep cara pandangan yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa dan wilayahnya serta jatidiri bangsa indonesia. Wawasan nasional di Indonesia lebih dikenal dengan wawasan nusantara.
Wawasan nusantara merupakan cara pandang diri sendiri bangsa Indonesia tentang jati diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan tujuan untuk membimbing Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan kemerdekaannya.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia



Dalam perkembangan sebagai suatu bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia memiliki suatu kedudukan dan fungsi tertentu. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara.

Kedudukan sebagai bahasa Nasional diperoleh bahasa Indonesia dalam Sumpah pemuda pada kongres Pemuda tahun 1928. Kedudukan sebagai bahasa Negara diperoleh bahasa Indonesia sejak tahun 1945 dengan dicantumkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dalam Undang-Undang Dasar 1945,Bab XV, Pasal 36.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara, bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi tertentu.

Sebgai bahasa Nasional, fungsi bahasa Indonesia adalah:
  1. lambang kebanggan nasional
  2. lambang identitas nasional
  3. sarana penyatuan bangsa
  4. sarana perhubungan antar-budaya daerah
Sebagai bahasa Negara, fungsi bahasa Indonesia adalah;
  1. bahasa resmi kenegaraan
  2. bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
  3. sarana perencaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan
  4. sarana pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern
Mengingat kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia tersebut di atas, jelas bahwa bahasa Indonesia mengemban posisi sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pentingnya suatu bahasa dapat diukur dengan kriteria tertentu yang dinyatakan dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988:1) sebagai berikut:
  1. jumlah penuturannya
  2. luas penyebarannya
  3. peranannya sebagai sarana ilmu, susastra, dan ungkapan budaya lainnya yang dianggap bernilai.
Sesuai dengan dasar kriteria pertama, dapat dinyatakan bahwa bahasa Indonesia meempati peringkat teratas dibanding dengan bahasa daerah lainnya, karena pemakaian bahasa Indonesia tidak hanya pemakai murni bahasa itu, melainkan juga pemakai bahasa yang dwibahasawan atau multibahasawan.

Bila ditinjau dari kriteria kedua terlihat bahwa penyebaran bahasa Indonesia telah meluas keluar wilayah Nusantara, seperti Australia, Filipina, Jepang, Korea, Rusia, India, Jerman, Amerika dan lain-lainnya. Bahkan pemerintah Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pertama di sekolah-sekolah. Demikian pula dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dalam hal kriteria ketiga, dapat disadari bahwa peranan Bahasa Indonesia sangatlah penting sebagai media komunikasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, juga kesusastraan dan ungkapan-ungkapan budaya lainnya di wilayah Nusantara ini.

Bahasa yang memiliki kriteria tersebut di atas dapat dinyatakan sebagai suatu bahasa yang hidup, sedangkan kriteria sebaliknya, yaitu bahasa yang mati dimiliki oleh bahasa yang sudah tidak lazim lagi dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari.


MAKALAH GOLONGAN ANTIBIOTIK SEFALOSFORIN DAN MAKROLIDA

MAKALAH GOLONGAN ANTIBIOTIK SEFALOSFORIN DAN MAKROLIDA


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah golongan antibiotik sefalosforin. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah Farmakologi, yang telah mempercayai penulis untuk menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata penulis menyadari kekurangan penulis dalam menyusun makalah ini. Kritik dan saran penulis harapkan dapat memberi tambahan atau memperbaiki hasil makalah yang telah disusun oleh penulis. Untuk segala kesalahan dalam penyusunan makalah, mohon di maklumi karena penulis masih dalam proses pembelajaran.

Cimahi, 23  Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I  Pendahuluan
BAB II Tinjauan Teori
1. Sefalosporin
        1.1 Sejarah
        1.2 Mekanisme Kerja
        1.3 Penggolongan Sefalosporin
2. Makrolida
        2.1 Pengertian
        2.2 Struktur Obat dan Penjelasannya
        2.3 Farmakodinamika
        2.4 Penggolongan makrolida
        2.5 Efek Samping
BAB III Penutup
A. Simpulan

BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latara Belakang
Sefalosporin mulai dikenal sejak tahun 1945. Guiseppe Brotzu berhasil mengisolasi dan menyelidiki salah satu spesies dari lumut, yaitu Cephalosporium acremonium. Lumut ini mempunyai efek antibakterial terhadap kuman tifoid, Brucela, kuman kolera, dan Staphylococcus aureus. Tahun 1949, Dr. Edward Abraham dan H.S. Burton menemukan sedikitnya adadua macam antibiotika yang diproduksi oleh lumut tersebut. Antibiotika pertama dinamakan sefalosporin P, dan antibiotika ke dua dinamakan sefalosporin N. Struktur ini kemudian diberi nama penisilin N tetapi sifat antibakterialnya berbeda dengan bensilpenisilin. Apabila penisilin N dijalankan secara kromato-grafi akan terlihat beberapa substansi yang diberi tanda A, B dan C. Komposisi C keluar menjadi suatu antibiotika dan diberi nama sefalosporin C. Akhirnya, pada tahun 1964 dua macam sefalosporin digunakan untuk kepentingan klinik, yaitu sefalotin dan sefaloridin. Sesudah itu diikuti dengan munculnya turunan-turunan baru.
Macrolide merupakan suatu kelompok senyawa yang berhubungan erat, denganciri suatu cincin lakton ( biasanya terdiri dari 14 atau 16 atom ) di mana terkait gulagula deoksi. Antibiotika golongan makrolida yang pertama ditemukan adalah Pikromisin,diisolasi pada tahun 1950. Macrolide merupakan salah satu golongan obat antimikroba yang menghambatsintesis protein mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S. untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.

1.2 Rumusan masalah
1.    Pengertian Cephalosporin
2.    Klasifikasi Cephalosporin generasi pertama-empat
3.    Fungsi dan Penggunaan Cephalosporin generasi pertama-empat
4.    Efek samping Cephalosporin generasi pertama-empat
5.    Pengertian Makrolida
6.    Klasifikasi Makrolida
7.    Fungsi dan penggunaan makrolida
8.    Efek samping makrolida

1.3 Tujuan
    Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, klasifikasi, penggunaan dan efek samping dari Cephalosporin dan Makrolida

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Perkembangan Sefalosporin
Antibiotik beta laktam merupakan antibiotik yang bermanfaat dan sering diresepkan oleh dokter, memiliki struktur umum dan mekanisme kerja yang sama yaitu menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. Cephalosporium acremonium merupakan sumber awal senyawa sefalosporin, diisolasi pada tahun 1948 oleh B rotzu dari laut didekat saluran pembuangan air dipesisir Sardinia. Filtrate kasar jamur ini diketahui dapat menghambat pertumbuhan s. aureus secara in vitro dan menyembuhkan infeksi stafilokokus dan demam tifoid pada manusia. Cairan kultur tempat jamursardinia ini ditumbuhkan mengandug tiga antibiotik berbeda yang dinamakan sefalosporin P,N, dan C. Dengan diisolasinya inti akti sefalosporin C, yaitu asam 7-aminosefalosporanat, dan dengan penambahan rantai samping. Memungkinkan dibuatnya senyawa semisintetik dengan aktivitas antibakteri yang jauh lebih besar dibandingkan senyawa induknya.

2.2 Mekanisme kerja dan penggolongan sefalosporin
Mekanisme kerja antimikroba sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba dimana yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin terhadap kuman gram-positif maupun gram-negatif, tetapi spektrum antimikroba masing-masing derivat bervariasi (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007). Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya.

1.      Sefalosporin generasi pertama
Secara in vitro memperlihatkan spektrum antimikroba yang terutama efektif terhadap kuman gram positif. Golongan ini efektif terhadap sebagian besar Staphylacoccus aureus dan Streptococcus termasuk Str. pyrogenes, Str.viridans, dan Str.  pneumonia. Bakteri gram positif yang juga sensitif ialah Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae. Aktivitas antimikroba hanya sefalotin sedikit lebih aktif terhadap S. aureus. Mikroba yang resisten ialah strain S. aureus resisten metisilin, S. epidermidis dan Str. faecalis (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
2.      Sefalosporin generasi kedua
Golongan ini kurang aktif terhadap bakteri gram positif dibandingkan dengan generasi pertama, tetapi lebih aktif terhadap gram negatif. Misalnya: H. Influenzae, Pr. mirabilis, E. coli dan Klebsiella. Golongan ini tidak efektif terhadap Ps. Aeruginosa dan enterokokus. Untuk infeksi saluran empedu golongan ini tidak dianjurkan karena dikhawatirkan enterokokus termasuk salah satu penyebab infeksi. Sefoksitin aktif terhadap kuman anaerob (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
3.      Sefalosporin generasi ketiga
Golongan ini umunya kurang efektif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kokus gram positif, tetapi jauh lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk strain penghasil penisilinase. Di antara sediaan golongan ini ada yang aktif terhadap P. aeruginosa (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
4.      Sefalosporin generasi keempat
Antibiotika golongan ini (misalnya sefepim, sefpirom) mempunyai spektrum aktivitas lebih luas dari generasi ketiga dan lebih stabil terhadap hidrolisis oleh beta laktamase. Antibiotika tersebut dapat berguna untuk mengatasi infeksi kuman yang resisten terhadap generasi ketiga (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007

2.2.1 Golongan Sefalosporin Generasi I
1. CEPHALEXIN
Generasi : Generasi 1 dari sefalosporin
Indikasi :
infeksi bakteri seperti otitis media
faringitis
infeksi tulang dan sendi
pneumonia, selulitis, dan infeksi saluran kemih.
Kontra indikasi : hipersensitivitas pada cefalexin dan antibiotik golongan cephalosporin lainnya.
Efek samping :
gangguan pencernaan termasuk mual, muntah
diare,reaksi hipersensitivitas termasuk ruam kulit
urtikaria, demam, gatal, bengkak, kesulitan bernapas, kulit merah, melepuh, bengkak dan mengelupas.
Kehamilan :
Obat ini aman untuk dikonsumsi ibu hamil
Sediaan :
Tablet
Puyer
kapsul ( 250 mg dan 500 mg )
Khasiat :
digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi kulit, gigi, telinga, tenggorokan, dada, dan infeksi saluran kemih.
Nama dagang :
Pralexin forte, tepaxin, Keflex
Dosis :
Dewasa dan manula 500 mg 3 kali sehari, anak usia 5 tahun keatas 250 mg 3 kali sehari, bayi dibawah 5 tahun 125 mg 3 kali sehari.

2. CEFRADINE
Generasi : Ke 1 dari sefalosporin
Nama dagang :
Dynacef (lapidin)
Velodine (velodrom)
Dynacef (lovecef)
Indikasi : Infeksi bakteri gram positif dan gram egative
Tonsillitis
Sinusitis
Faringitis
laryngo-tracheo bronchitis
infeksi telinga (otitis media)
infeksi dada (bronchitis dan pneumonia)
infeksi kulit
infeksi kandung kemih, urethra (saluran yang membawa urin dari kandung keih) dan ginjal
Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhadap sefalosporin
Efek samping :
kulit melepuh
bengkak pada wajah,  bibir, wajah, bibir, dan lidah, rasa sesak pada dada dan sulit bernapas atau kulit gatal.
Diare berdarah
Mual muntah
Memar kulit
Sariawan
Sediaan obat :
Vial 1 gram; tablet 1 gram
capsul 250 mg, 500 mg
sirup 125 mg/5 ml
250 mg/5 ml
Toleransi terhadap ibu hamil :
Tidak aman bagi ibu hamil karena dapat mengganggu pertumbuhan dan kecacatan janin
Cara Penggunaan/ pemberian :
IM dan IV
Dosis :
dewasa, oral 250-500 mg tiap 6 jam atau 0,5-2 g tiap 12 jam
anak, 25-50 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi.

3. Cefazolin
A. Generasi : generasi ke 1
B. Di hasilkan dari : fungi penicillium chrysognum
C. Khasiat : adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Cefazolin dapat digunakan baik sebelum atau sesudah operasi tertentu untuk  mencegah infeksi.
D. Nama Dagang :
cefacidal,
cefamezin,cefrina
elzogram, faxilen, gramaxin,kefazol,
kefol,kefzolan,kezolin,novaporin,reflin,zinol,dan
E. Indikasi : Infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif.
Infeksi saluran pernafasan,saluran kemih  dan kelamin
kulit dan jaringan lunak,tulang dan  sendi,septikemia (keracunan darah oleh  bakteripatogenikdan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut) endokarditis (radang endokardium jantung) dan infeksi lain.pencegahan infeksi perioprasi.
F. Kontra Indikasi :  Hipersensitivitas
G. Efek Samping :
Reaksi hipersensitivitas
diare, eosinofilia,kandidiasis  pada rongga mulut dan alat kelamin
H. Sediaan Obat : Sebuk, vial 1g
I. Toleransi terhadap ibu hamil : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko  penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum   menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs  Administration (FDA).
J. Cara penggunaan/pemberian : Cara penggunaan nya bisa dengan injeksi IV Dan IM
K. Dosis : Pencegahan infeksi sebelum operasi 1g , untuk dewasa sehari 1 g dapat ditingkatkan menjadi 3-5g, anak-anak 20-40 mg/kg BB/Hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat ditingkatkan sebagai 100mg/kgBB.Bayi baru lahir  sehari duakali 10-20 mg/kgBB.

4. ERITROMISIN
A. Generasi : Generasi ke 1
B. Dihasilkan dari : Dihasilkan oleh suatu strain streptomyces erythreus
C. Khasiat : Mengatasi berbagai infeksi tubuh seperti mata,kulit ,dan pernafasan
D. Nama Dagang : Erytromisin, Alphathrocin, Althrocin, Bannthrocin, Camitrosin, Camitrosin Primacine, Primathrocin, Puricin.
Indikasi :
Infeksi saluran pernapasan bagian atas ringan  sampai sedang yang disebabkan oleh  Streptococcus  pyogenes (Streptococci p-Hemolitik Group A),  Streptococcus pneumonlae (Diplococcus pneumoniae), Haemophilus influenzae.
E. Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap Eritromisin
F. Efek Samping :
Gangguan pada saluran pencernaan seperti mual muntah, diare.
Reaksi-reaksi kepekaan seperti urtikaria, ruam kulit, reaksi anafilaksis dapat terjadi pada penderita yang hiper-sensitivitas.
G. Sediaan Obatm:  Tablet, kapsul,sirup
H. Toleransi Terhadap Ibu Hamilm:  aman
I. Cara Penggunaan/Pemberian : Oral
J. Dosis :  Anak-anak sampai 20 kg : 30-50 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam jumlah yang sama tiap 6 Jam.Dewasa dan anak-anak diatas 20 kg : 1 kapsul
    
5. SEFALOTIN
Golongan : 1
Efek sanping :
Diare yang encer atau berdarah
Bercak putih atau nyeri di dalam mulut atau bibir
Demam, bengkak pada kelenjar, iritasi atau gatal-gatal, nyeri sendi, atau gejala sakit yang umum
Kejang
Kesediaan : Intravena
Kehamilan : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

2.2.2 Golongan Sefalosporin Generasi II
1. CEFAMANDOL
A. Generasi :
ke II dari sefalosporin
E. Indikasi :
Profilaksis pada tindakan pembedahan
F. Kontraindkasi :
Alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin
A. Efek samping :
Mual
Muntah
Sakit perut
Sakit kepala
Nyeri sepanjang vena
Pendarahan
G. Kehamilan :
Jika efek terapi melebihi potensi akan beresiko pada janin atau bayi.
H. Cara penggunaan/ pemberian :
IM dan IV
I. Dosis :
0,5 – 2g tiap 4-8 jam

2. SEFAKLOR
Generasi : ke 2 dari sefalosforin
Khasiat :
infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti pneumonia
infeksi telinga
paru-paru, kulit, tenggorokan, dan saluran kemih.
Nama dagang :
Biocef
Ceclor
Medacef,Distaclor, Keflor, Raniclor
Indikasi :
infeksi karena bakteri gram positif dan gram negatif yang sensitif (seperti pneumonia dan infeksi pada telinga, paru-paru, tenggorokan, saluran kemih dan kulit)
Kontra indikasi : hipersensitifitas terhadap sefalosporin
Efek samping :
Diare dan colitis
Mual muntah
rasa tidak enak pada saluran cerna
reaksi alergi berupa ruam
Sediaan obat :
kapsul 250 mg, 500 mg
sirup 125 mg/5ml
tablet 375 mg, 500 mg, 750 mg
Toleransi ibu hamil : tidak ada bukti resiko pada kehamilan
cara pemberian : oral
dosis :
Dewasa : 3kali sehari 250-500 mg. Maksimal : 4 gram/hari.
Anak-anak : 20-40 mg/kg berat badan dalam 3 dosis terbagi.
Maksimal : 1 gram/hari.

3. CEFMETAZON
Generasi : Ke 2
Indikasi :
Infeksi akibat E. coli, Klebsiella
pneumoniae,  Proteus,dan Bacteroides
Kontraindikasi : Riwayat syok akibat Na Sefmetazol
Efek samping :
Reaksi hippersensitivitas
Jarang : syok
Granulopenia
Eosinofilia
Eritropenia
Trombositopenia
Gangguan saluran pencernaan
Avitaminosis(Vit K3, Vit B)
Anemiahemolitikum.
Sediaan obat : Vial 1 gram x 1 biji
Toleransi terhadap ibu hamil : Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
Cara Penggunaan/ pemberian : Diberikan secara injeksi intravena (IV)
Dosis :
Dewasa : 1-2 gram sehari dibagi dalam 2  dosis
Anak-anak : 25-100 mg/kg berat badan/hari dibagai menjadi 2 atau 4 dosis.

2.2.3 Golongan Sefalosporin Generasi III
1. Cefpodoxime
Generasi : ke 3 dari sefalosforin
Indikasi :
Infeksi saluran nafas atas dan bawah
Infeksi kulit dan jaringan lunak
Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi
Gonnorhea tanpa komplikasi
Kontra indikasi :
hipersensitivitas
kolitis bakteri Clostridium difficile terkait
tes fungsi hati yang abnormal
Efek samping :
gatal-gatal sulit bernafas pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Kehamilan :
Obat ini tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan, Cefpodoxime mengalir ke dalam susu ibu dan boleh membahayakan bayi yang menyusu. Jangan gunakan ubat ini tanpa memberitahu doktor anda jika anda menyusukan bayi.
Sediaan :
Bubuk untuk suspensi, pemulihan, oral: 50mg / 5ml, 100mg / 5ml, tablet, oral 100mg, 200mg
Khasiat :
obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri
Nama dagang :
Duricef
alxil, ancefa, bidcief.
Dosis :
Dosis Dewasa untuk Bronkitis :
Eksaserbasi bakteri bronkitis akut: 200 mg secara oral setiap 12 jam selama 10 hari
Dosis Dewasa untuk Cystitis : secara oral setiap 12 jam selama 7 hari
Dosis Dewasa untuk Infeksi Gonokokal – Tidak Ada Komplikasi : Tidak ada komplikasi uretra, serviks, atau infeksi anorektal perempuan : 200 mg secara oral satu kali.
Dosis Dewasa untuk Infeksi Gonokokal – Diseminata : 400 secara oral dua kali sehari
Dosis Anak-anak untuk Otitis: 2 bulan sampai 12 tahun: 5 mg / kg / dosis (maksimal 200 mg) secara oral setiap 12 jam selama 5 hari

2.  CEFOTIAM
Generasi : ke 3 dari sefalosporin
Nama dagang :
Aspil ( caredolan )
Cefir (caredolan)
Cefotiam (cetivell)
Xafradol ( Ethidol )
Cefrin (fodiclo)
Indikasi :
septicemia, luka bakar, luka pasca oprasi, abses subcutanes, bronchitis, pneumonia, kolesititis, urwtritis
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap antibiotik golongan sefalosporin; gagal ginjal dengan bersihan kreatinin gagal hati.
Efek samping :
syok
Hipersensitif
Pusing
Diare
Panas
Fases berdarah
sediaan obat :  Aspil injeksi 1gram
Toleransi terhadap ibu hamil : tidak dianjurkan diberikan pada ibu menyusui karena dapat dieksresi melalui ASI.
Cara Penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis :
Dewasa 0,5-2 gr/hari pemberian lewat IM/IV dalam 2 atau 4 dosis. Dosis dapat ditambah menjadi 4 gr bila penyakit septicemia
Anak 40-80 mg/kgBB/hari terbagi menjadi 3-4 dosis

3.  CEFOTAKSIM
Generasi : ke 3 dari sefalosporin
Dihasilkan dari : berasal dari sefalosporin
Khasiat :
infeksi bakteri
infeksi sendi
penyakit radang panggu
meningitis, pneumonia
infeksi saluran kemih
sepsis, gonore, dan selulitis.
Nama dagang : Claforan
Indikasi :
Gonorrhea
profilaksis bedah
meningitis dan epiglotitis Hemofilus.
Kontraindikasi : hipersensitivitas terhadap sefotaksim
Efek samping :
Rasa sakit dan peradangan pada tempat    injeksi/infus
Ruam, gatal, atau demam
Radang usus, diare, mual, muntah
Sediaan obat :  Vial 1 gram
Toleransi terhadap ibu hamil : tidak diketahui apakah membahayakan
Menyusui : terdapat di ASI dengan konsentrasi rendah
Cara penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis : Melalui injeksi intramuskular atau intravena atau infus intravena, 1 gram setiap 12 jam pada infeksi berat (contoh meningitis) ditingkatkan sampai 8 gram sehari dalam 4 dosis terbagi; dosis tinggi (sampai 12 gram sehari dalam 3-4 dosis terbagi) mungkin diperlukan :
NEONATUS 50 mg/kg sehari dalam 2-4 dosis terbagi ditingkatkan menjadi 150-200 mg/kg sehari pada infeksi berat.
ANAK 100-150 mg/kg sehari dalam 2-4 dosis terbagi ditingkatkan sampai 200mg/kg sehari pada infeksi berat

4. CEFOPERAZONE
Generasi : Ke 3
Berasal dari : Sefalosporin
Khasiat : untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri.
Nama dagang : Cefobid (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Indikasi :
       - infeksi saluran pernafasan atas dan bawah
 - infeksi saluran kemih atas dan bawah
 - peritonitis, cholecystis, cholangitis, dan infeksi intra abdomen lainnya
 - infeksi kulit dan jaringan lunak.
Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin, penicillin,  atau sulbactam.
Efek samping :
       - ruam kulit
 - urtikaria eosinofilia
 - diare
 - mual
 - muntah
 - phlebitis hypoproyhrombinaemia superinfeksi
sediaan obat : - Intravena, Suntikan,Vial 1g
Toleransi terhadap ibu hamil dan menyusui : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui, tetapi selalu konsultasikan kepada dokter. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B/tidak beresiko ada beberapa penelitian menurut US Food and Drugs Administration (FDA).
Cara Penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis :
- dewasa : natrium: 2-4 g sehari dalam 2 dosis yang terbagi, meningkat menjadi 12 g sehari dalam 2-4 dosis yang terbagi untuk infeksi berat diberikan sebagai IM dalam atau infus IV.
- anak : Keamanan dan efektivitas belum ditetapkan pada pasien anak (kurang dari 18 tahun).

5. SEFTIZOKSIM
Generasi : ke 3 dari sefalosforin
Khasiat : membunuh bakteri dengan cara menganggu sintesis dinding sel bakteri.
Nama dagang :
cefim, cefizox, ceftien, ceftiz, ceftizoxime, chromagen, e-zox, tizos, tyzell, zexef.
Indikasi : Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Infeksi sekunder akibat luka atau luka bakar.
Meningitis yang disebabkan oleh H. Influenzae
Kontra indikasi :
Riwayat syok yang disebabkan oleh ceftizoxime sodium dan pada pasien yang hipersensitif terhadap sefalosporin lain.
Riwayat hipersensitif terhadap lidokain atau anilide tipe anestetik lokal (jika lidokain digunakan untuk rekonstitusi sebelum pemberian intramuskular)
Efek samping :
gatal-gatal
kesulitan bernapas, pembengkakan wajah bibir lidah atau tenggorokan, sakit perut
mula dan muntah-muntah
Sediaan obat : Bubuk untuk suntikan: 500 mg, 1 g, 2 g, dan 10 g
Toleransi ibu hamil : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui
Cara pemberian : injeksi intravena dan injeksi intramuskular
Dosis :
Injeksi intravena: Untuk dewasa biasanya 0,5-2 g/hari ceftizoxime diberikan secara intravena dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, dapat ditingkatkan menjadi 4 g/hari untuk infeksi yang berat atau parah, berdasarkan umur dan kondisi pasien. Untuk anak umur 6 bulan atau lebih biasanya, 40-80 mg/kg/hari ceftizoxime dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, dapat ditingkatkan menjadi 120 mg/kg/hari untuk infeksi berat atau parah, berdasarkan umur dan kondisi pasien.
Injeksi intramuscular: Untuk dewasa, biasanya 0,5-2 g/hari ceftizoxime diberikan secara intramuskular dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, berdasarkan umur dan kondisi pasien

2.2.4 Golongan Sefalosporin Generasi IV
1. CEFEPIME
A. Generasi : ke IV dari sefalosporin
B. Dihasilkan dari :
C. Khasiat :
D. Nama dagang :
E. Indikasi : Untuk mengobati nfeksi bakteri tertentu seperti infeksi saluran napas bawah , infeksisaluran kemih, infeksi kulit,
F. Kontraindkasi :
G. Efek samping :
Hipersensitif : kemerahan, pruritus, demam
Saluran cerna : mual, muntah, diare, konstipasi, sakit perut.
Kardiovaskular : nyeri dadad. pernapasan : Batuk, nyeri di tenggorokan
SSP : Sakit kepala, pusing, insomnia, bingung
H. Kehamilan :
Aplikasi selama kehamilan di bawah pengawasan medis
Obat ini termasuk ke dala resiko khamilan kategori B (Tidak beresiko pada beberapa penelitian)
I. Cara penggunaan/ pemberian :
Oral
Intravena ( IV )
Intramuskular ( IM )
J. Dosis : 2gr dilakukan setiap 8-12 jam
K. Sediaan :
Larutan, intravena: 1g/50ml, 2g/50ml
Suspensi, injeksi: 1g, 2g
L. Kehamilan :
Aplikasi selama kehamilan di bawah pengawasan medis
Obat ini termasuk ke dala resiko khamilan kategori B ( Tidak beresiko pada beberapa penelitian

2.3   A.  Pengertian Makrolida
Macrolide merupakan suatu kelompok senyawa yang berhubungan erat, denganciri suatu cincin lakton ( biasanya terdiri dari 14 atau 16 atom ) di mana terkait gulagula deoksi. Antibiotika golongan makrolida yang pertama ditemukan adalah Pikromisin,diisolasi pada tahun 1950. Macrolide merupakan salah satu golongan obat antimikroba yang menghambatsintesis protein mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S, untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.
Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S. untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.

B.   Struktur Obat dan Penjelasannya
Antibiotika golongan makrolida mempunyai persamaan yaitu terdapatnya cincinlakton yang besar dalam rumus molekulnya. Sebagai contoh terlihat pada struktur golonganmakrolida Eritromisin dibawa ini :

Secara umum, antibiotika golongan makrolida memiliki ciri-ciri struktur kimia seperti berikut :
1)    Cincin lakton sangat besar, biasanya mengandung 12 – 17 atom
2)    Gugus keton
3)    Satu atau dua gula amin seperti glikosida yang berhubungan dengan cincin lakton.
4)    Gula netral yang berhubungan dengan gula amino atau pada cincin lakton
5)    Gugus dimetilamino pada residu gula, yang menyebabkan sifat basis darisenyawa dan kemungkinan untuk dibuat dalam bentuk garamnya

C.   Mekanisme Kerja
Golongan makrolida menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnyadengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom subunit 50S,. Sintesis proteinterhambat karena reaksi-reaksi translokasi aminoasil dan hambatan pembentuk awalsehingga pemanjangan rantai peptide tidak berjalan. Macrolide bisa bersifat sebagaibakteriostatik atau bakterisida, tergantung antara lain pada kadar obat serta jenis bakteriyang dicurigai. Efek bakterisida terjadi pada kadar antibiotika yang lebih tinggi,kepadatan bakteri yang relatif rendah, an pertumbuhan bakteri yang cepat. Aktivitasanti bakterinya tergantung pada pH, meningkat pada keadaan netral atau sedikit alkali.
Meskipun mekanisme yang tepat dari tindakan makrolid tidak jelas, telahdihipotesiskan bahwa aksi mereka makrolid menunjukkan dengan menghambat sintesisprotein pada bakteri dengan cara berikut:
1)    Mencegah Transfer peptidil tRNA dari situs A ke situs P.
2)    Mencegah pembentukan peptida tRNA.
3)    Memblokir peptidil transferase.
4)    Mencegah perakitan ribosom
Antibiotik macrolida terikat di lokasi P-dari subunit 50S ribosom. Hal inimenyebabkan selama proses transkripsi, lokasi P ditempati oleh makrolida. Ketika t-RNA terpasang dengan rantai peptida dan mencoba untuk pindah ke lokasi P, t-RNAtersebut tidak dapat menuju ke lokasi P karena adanya makrolida, sehingga akhirnyadibuang dan tidak dipakai. Hal ini dapat mencegah transfer peptidil tRNA dari situs Ake situs-P dan memblok sintesis protein dengan menghambat translokasi dari rantaipeptida yang baru terbentuk. Makrolida juga memnyebabkan pemisahan sebelum waktunya dari tRNA peptidal di situs A.
Mekanisme kerja makrolida, selain terikat di lokasi P dari RNA ribosom 50S, juga memblokir aksi dari enzim peptidil transferase. Enzim ini bertanggung jawab untuk pembentukan ikatan peptida antara asam amino yang terletak di lokasi Adan P dalamribosom dengan cara menambahkan peptidil melekat pada tRNA ke asam aminoberikutnya. Dengan memblokir enzim ini, makrolida mampu menghambat biosintesisprotein dan dengan demikian membunuh bakteri.

D.   Farmakokinetika
Dalam penjelasan farmakokinetik berikut akan dijelaskan mekanisme farmakokinetik 3 antibiotik turunan makrolida yaitu eritromycin, Claritromycin, danazitromycin.
1. SPIRAMYCIN
Dihasilkan dari : Makrolida
Khasit : Mengobati berbagai infeksi, seperti toksoplasmosis pada ibu hamil, konjungtivitis, infeksi telinga, infeksi kulit
Nama dagang : Rovamycine
Indikasi : Mengobati berbagai infeksi, seperti toksoplasmosis pada ibu hamil, konjungtivitis, infeksi telinga dan kulit.
Kontraindikasi : Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (alergi) terhadap obat ini
Efek samping :
Mual dan muntah.
Diare.
Sakit perut.
Sediaan obat :
Kapsul
Tablet
Injeksi
Suppository
Toleransi terhadap ibu hamil : Obat ini digunakan untuk mengobati  toksoplasmosis pada wanita hamil karena dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi pada bayi yang belum lahir.
Cara Penggunaan/ pemberian:
Oral
Injeksi
Dosis : Untuk remaja dan orang dewasa adala 500mg - 2 gram dikonsumsi sebanyak dua kali perhari. Dosis maksimal harian untuk obat ini adalah 2,5 gram. Khususnya untuk anak-anak, dosis spiramycin yang diberikan akan disesuaikan dengan berat badan anak.

 2)    Claritromycin
Dosis 500 mg menghasilkan konsentrasi serum sebesar 2-3 mg/mL. Waktuparuh claritromycin (6 jam) yang lebih panjang dibandingkan dengan eritromycinmemungkinkan pemberian dosis 2 kali sehari. Claritromycin dimetabolisme dalam hati.Metabolit utamanya adalah 14-hidroksiclaritromycin, yang juga mempunyai aktivitasantibakteri. Sebagian dari obat aktif dan metabolit utama ini dieliminsai dalam urine, danpengurangan dosis dianjurkan bagi pasien-pasien dengan klirens kreatinin dibawah 30mL/menit.

3)    Azitromycin
Azitromycin berbeda dengan eritromycin dan juga claritromycin, terutama dalam sifat farmakokinetika. Satu dosi Azitromycin 500 mg dapat menghasilkan konsentrasi serumyang lebih rendah, yaitu sekitar 0,4 µg/mL. Akan tetapi Azitromycin dapat melakukanpenetrasi ke sebagian besar jaringan dapat melebihi konsentrasi serum sepuluh hinggaseratus kali lipat. Obat dirilis perlahan dalam jaringan-jaringan (waktu paruh jaringanadalah 2-4 hari) untuk menghasilkan waktu paruh eliminasi mendekati 3 hari. Sifat-sifatyang unik ini memungkinkan pemberian dosis sekali sehari dan pemendekan durasi pengobatan dalam banyak kasus.
Azitromycin diabsorbsi dengan cepat dan ditoleransi dengan baik secara oral.Obat ini harus diberikan 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Antasidaaluminium dan magnesium tidak mengubah bioavaibilitas, namun memperlama absorbsi dan dengan 15 atom (bukan 14 atom), maka Azitromycin tidak menghentikan aktivitasenzim-enzim sitokrom P450, dan oleh karena itu tidak mempunyai interaksi obatseperti yang ditimbulkan oleh eritromycin dan claritmycin.

E.    Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap Clarithromycin, Eritromisin atau antibiotik makrolida lainnya.

F.    Efek Samping
Efek Samping dari makrolida :
1)    Efek-efek gastrointestinal : Anoreksia, mual, muntah dan diare sesekali menyertaipemberian oral. Intoleransi ini disebabkan oleh stimulitas langsung pada motilitasusus.
2)    Toksisitas hati : dapat menimbulkan hepatitis kolestasis akut (demam, ikterus,kerusakan fungsi hati), kemungkinan sebagai reaksi hepersensitivitas.
3)    Interaksi-interaksi obat : menghambat enzim-enzim sitokrom P450 danmeningkatkan konsentarsi serum sejumlah obat, termasuk teofilin, anti koagulanoral, siklosporin, dan metilprednisolon. Meningkatkan konsentrasi serum digoxinoral dengan jalan meningkatkan bioavailabilitas.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Mekanisme kerja antimikroba sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba dimana yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin terhadap kuman gram-positif maupun gram-negatif, tetapi spektrum antimikroba masing-masing derivat bervariasi (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007). Antibiotika golongan Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya. Masing-masing generasi dan antibiotik memiliki dosis dan indikasi yang berbeda sehingga harus di pahami dengan cermat dan pemberian antibiotik tersebut.
Golongan makrolida menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnyadengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom.
Macrolide bisa bersifat sebagaibakteriostatik atau bakterisida, tergantung antara lain pada kadar obat serta jenis bakteriyang dicurigai. Efek bakterisida terjadi pada kadar antibiotika yang lebih tinggi, kepadatan bakteri yang relatif rendah, an pertumbuhan bakteri yang cepat. Aktivitasanti bakterinya tergantung pada pH, meningkat pada keadaan netral atau sedikit alkali.