PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE


KATA PENGANTAR

Puji Syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Karunia dan HidayahNya sehingga Makalah “Penguat Diferensial Bjt Dan Fet Sederhana Menggunakan Beban Aktif Serta Cascade” dapat terselesaikan tepat pada waktunya.

Makalah ini dibuat dalam rangka mempelajari penguat yang menggunakan BJT dan FET yang sering digunakan untuk penguat rangkaian elektronik pada umumnya. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, maka dari itu penyusun berharap adanya kritik dan saran yang bersifat membangun guna melengkapi kekurangan makalah yang sederhana ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penyusun dan pembaca pada umumnya.

.......  ,  ........ ....

Penyusun


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR

DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Konsep dasar penguat diferensial menggunakan FET dan BJT
2.2 Penguat diferensial dengan kombinasi FET dan BJT
2.3 Penguat diferensial menggunakan beban aktif
2.4 Penguat deferensial cascade

BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan

DAFTAR PUSTAKA


BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang

1.1 BJT
Transistor merupakan salah satu komponen semikonduktor yang terdiri atas susunan material semikonduktor tipe-n dan tipe-p pada tiga daerah dopingnya. Transistor pada rangkaian disimbolkan seperti pada gambar 1. Secara umum ketiga bagian tersebut dibagi menjadi emitter pada bagian bawah (yang memiliki tanda panah), base pada bagian tengah, dan collector pada bagian atas.

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

1.2 FET
Transistor efek–medan (FET) adalah salah satu jenis transistor menggunakan medan listrik untuk mengendalikan konduktifitas suatu kanal dari jenis pembawa muatan tunggal dalam bahan semikonduktor. FET kadang-kadang disebut sebagai transistor ekakutub untuk membedakan operasi pembawa muatan tunggal yang dilakukannya dengan operasi dua pembawa muatan pada transistor dwikutub (BJT).

Semua FET mempunyai sebuah saluran gerbang (gate), cerat (drain) dan sumber (source) yang kira-kira sama dengan basis, kolektor dan emitor pada BJT. Selain JFET, semua FET juga mempunyai saluran keempat yang dinamakan badan, dasar atau substrat. Saluran keempat ini melayani kegunaan teknis dalam pemanjaran transistor kedalam titik operasi. Terminal ini sangat jarang digunakan pada desain sirkuit, tetapi keberadaannya penting saat merancang penataan sirkuit terpadu.

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

BAB II
PEMBAHASAN 

2.1 Konsep dasar penguat diferensial menggunakan FET dan BJT

Penguat diferensial adalah suatu penguat yang bekerja dengan memperkuat sinyal yang merupakan selisih dari kedua masukannya. Berikut ini adalah gambar skema dari penguat diferensial sederhana:

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

Penguat diferensial tersebut menggunakan komponen BJT (Bipolar Junction Transistor) yang identik / sama persis sebagai penguat. Pada penguat diferensial terdapat dua sinyal masukan (input) yaitu V1 dan V2. Dalam kondisi ideal, apabila kedua masukan identik (Vid = 0), maka keluaran Vod = 0. Hal ini disebabkan karena IB1 = IB2 sehingga IC1 = IC2 dan IE1 = IE2. Karena itu tegangan keluaran (VC1 dan VC2) harganya sama sehingga Vod = 0.

Apabila terdapat perbedaan antara sinyal V1 dan V2, maka Vid = V1 – V2. Hal ini akan menyebabkan terjadinya perbedaan antara IB1 dan IB2. Dengan begitu harga IC1 berbeda dengan IC2, sehingga harga Vod meningkat sesuai sesuai dengan besar penguatan Transistor.

Untuk memperbesar penguatan dapat digunakan dua tingkat penguat diferensial (cascade). Keluaran penguat diferensial dihubungkan dengan masukan penguat diferensial tingkatan berikutnya. Dengan begitu besar penguatan total (Ad) adalah hasil kali antara penguatan penguat diferensial pertama (Vd1) dan penguatan penguat diferensial kedua (Vd2).

Dalam penerapannya, penguat diferensial lebih disukai apabila hanya memiliki satu keluaran. Jadi yang diguankan adalah tegangan antara satu keluaran dan bumi (ground). Untuk dapat menghasilkan satu keluaran yang tegangannya terhadap bumi (ground) sama dengan tegangan antara dua keluaran (Vod), maka salah satu keluaran dari penguat diferensial tingkat kedua di hubungkan dengan suatu pengikut emitor (emitter follower).

Untuk memperoleh kinerja yang lebih baik, maka keluaran dari pengikut emiter dihubungkan dengan suatu konfigurasi yang disebut dengan totem-pole. Dengan menggunakan konfigurasi ini, maka tegangan keluaran X dapat berayun secara positif hingga mendekati harga VCC dan dapat berayun secara negatif hingga mendekati harga VEE.

2.2 Penguat diferensial dengan kombinasi FET dan BJT

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

BJT pada rangkaian ini digunakan untuk mereduksi noise pada rangkain dan juga sebagai tegangan sumber daya penguat. JFET digunakan untuk input karena impedansi inputnya sangat tinggi.

2.3 Penguat diferensial menggunakan beban aktif

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

Ini adalah salah satu desain rangkaian untuk beban impedansi rendah dan digunakan sebagai penggerak beban kapasitif. Rangkaian ini adalah kombnasi dari keluaran berarus tinggi yang dibutuhkan untuk menentukan laju kapasitansi tinggi dengan kompensasi frekuensi yang dibutuhkan.

2.4 Penguat deferensial Cascade

PENGUAT DIFERENSIAL BJT DAN FET SEDERHANA MENGGUNAKAN BEBAN AKTIF SERTA CASCADE

Penguat kaskade adalah penguatan bertingkat dari jaringan dua port yang dibangun dari serangkaian amplifier, di mana masing-masing penguat mengirimkan hasilnya ke input penguat berikutnya agar dapat dikuatkan oleh penguat selanjutnya.


BAB III
KESIMPULAN

FET dan BJT adalah salah satu dari jenis transistor berbahan semikonduktor. BJT mempunyai 2 tipe yaitu tipe  npn dan pnp, dibagi menjadi tiga bagian yaitu collector, emitter dan basis. Untuk FET mempunyai 2 tipe yaitu n-channel dan p-channel, FET sendiri dibagi menjadi tiga bagian yaitu gate, drain dan source.

BJT dan FET  dapat difungsikan sebagai penguat yang mempunyai fungsi bergantung jenis penguatanya seperti penguat differensial yang berfungsi sebagai penguat sinyal  dari kedua selisih masukanya. Penguat differensial dengan kombinasi BJT dan FET yang berfungsi untuk mereduksi noise pada rangkain dan juga sebagai tegangan sumber daya penguat. Penguat diferensial menggunakan beban aktif adalah penguat yang berfungsi untuk beban impedansi rendah dan digunakan sebagai penggerak beban kapasitif. Dan Penguat deferensial Cascade yang berfungsi sebagai penguat bertingkat.

Penggunaan BJT dan FET sebagai penguat dapat dipakai sesuai dari fungsi setiap jenis penguat dan kebutuhan pengguna.


DAFTAR PUSTAKA

Sutrisno. 1987. Elektronika Teori dan Penerapann ya . Bandung: Penerbit ITB. 
Malvino, Albert. 2007. Electronic Principles Seventh Edition . New York: McGraw Hill.
https://id.wikipedia.org/wiki/Transistor_efek%E2%80%93medan
https://novikaginanto.wordpress.com/2011/11/28/teori-dasar-penguat-operasional-2/

Pengertian Tentang Ilmu Antropologi

ANTROPOLOGI

Pengertian Tentang Ilmu Antropologi

Halo sobat, kali ini admin akan memberikan referensi tentang Pengertian Ilmu Antropologi dengan berbagai tema seperti Pengertian Antropologi, Antropologi menurut para ahli, Percabangan Antropologi, dan tambahan lainnya. Saya harap beberapa contoh teks eksposisi terbaru yang akan saya berikan dibawah ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Apa Itu Antropologi ?

Antropologi berasal dari kata Yunani άνθρωπος (baca: anthropos) yang berarti "manusia" atau "orang", dan logos yang berarti "wacana" (dalam pengertian "bernalar", "berakal") atau secara etimologis antropologi berarti ilmu yang memelajari manusia.

Antropologi secara umum ialah salah satu cabang ilmu sosial yang mempelajari tentang budaya masyarakat suatu etnis tertentu. Antropologi muncul berawal dari ketertarikan orang-orang Eropa yang melihat ciri-ciri adat istiadat, fisik, budaya yang sangat berbeda dari apa yang dikenal di Eropa. Antropologi lebih memusatkan pada penduduk yang merupakan masyarakat tunggal yang dalam arti kesatuan masyarakat yang tinggal daerah yang sama, antropologi mirip seperti sosiologi tapi pada sosiologi lebih menitik beratkan/fokus pada masyarakat dan kehidupan sosialnya.

Antropologi adalah suatu studi ilmu yang mempelajari tentang manusia baik dari segi budaya, perilaku, keanekaragaman, dan lain sebagainya. Objek dari antropologi adalah manusia di dalam masyarakat suku bangsa, kebudayaan dan prilakunya. Ilmu pengetahuan antropologi memiliki tujuan untuk mempelajari manusia dalam bermasyarakat suku bangsa, berperilaku dan berkebudayaan untuk membangun masyarakat itu sendiri.

Antropologi menurut para ahli

Di bawah ini adalah pengertian Antropologi menurut beberapa ahli. yaitu david hunter, koentjaraningrat, william A Havilland. Meskipun tiap-tiap ahli memberikan definisi yang berbeda tapi kita dapat menarik satu kesimpulan yang menggambarkan Antropologi secara utuh.

David Hunter 
    Antropologi adalah ilmu yang lahir dari keingintahuan yang tidak terbatas tentang umat manusia.

Koentjaraningrat 
    Antropologi adalah ilmu yang mempelajari umat manusia pada umumnya dengan mempelajari aneka warna, bentuk fisik masyarakat serta kebudayaan yang dihasilkan.

William A. Haviland 
    Antropologi adalah studi tentang umat manusia, berusaha menyusun generalisasi yang bermanfaat tentang manusia dan perilakunya serta untuk memperoleh pengertian yang lengkap tentang keanekaragaman manusia.

Percabangan Antropologi

Antropologi merupakan disiplin ilmu yang luas di mana humaniora, sosial, dan ilmu pengetahuan alam digabung dalam menjelaskan apa itu manusia dan artinya menjadi manusia. Antropologi dibangun berdasarkan pengetahuan dari ilmu alam, termasuk penemuan tentang asal-usul dan evolusi Homo sapiens, ciri-ciri fisik manusia, perilaku manusia, variasi di antara berbagai kelompok manusia, bagaimana masa lalu evolusi Homo sapiens telah memengaruhi organisasi dan budaya sosial. Serta dari ilmu-ilmu sosial, antropologi memelajari organisasi hubungan manusia sosial dan budaya, sistem keturunan dan hubungan kekerabatan, spiritualitas dan religi, lembaga, konflik sosial, dan lain-lain. Antropologi awal berasal dari Yunani klasik dan Persia yang memelajari dan mencoba untuk memahami keragaman budaya yang dapat diamati. Pada saat ini, antropologi (akhir abad ke-20) telah menjadi sentral dalam pengembangan beberapa bidang interdisipliner baru seperti ilmu kognitif, studi globalisasi, genetik, dan berbagai penelitian etnis.

Secara garis besar antropologi terdiri dari:

1. Antropologi Biologi/Fisik

Antropologi Biologi atau juga disebut Antropologi Fisik merupakan cabang ilmu antropologi yang memelajari manusia dan primata bukan manusia (non-human primates) dalam arti biologis, evolusi, dan demografi. Antropologi Biologi/Fisik memfokuskan pada faktor biologis dan sosial yang memengaruhi (atau yang menentukan) evolusi manusia dan primata lainnya, yang menghasilkan, mempertahankan, atau merubah variasi genetik dan fisiologisnya pada saat ini.

Antropologi Biologi dibagi lagi menjadi beberapa cabang ilmu, diantaranya yaitu:
  • Paleoantropologi adalah ilmu yang memelajari asal usul manusia dan evolusi manusia melalui bukti fosil-fosil.
  • Somatologi adalah ilmu yang memelajari keberagaman ras manusia dengan mengamati ciri-ciri fisik.
  • Bioarkeologi adalah ilmu tentang kebudayaan manusia yang lampau dengan melalui analisis sisa-sisa (tulang) manusia yang biasa ditemukan dalam situs-situs arkeologi.
  • Ekologi Manusia adalah studi tentang perilaku adaptasi manusia pada lingkungannya (mengumpulkan makanan, reproduksi, ontogeni) dengan perspektif ekologis dan evolusi. Studi ekologi manusia juga disebut dengan studi adaptasi manusia, atau studi tentang respon adaptif manusia (perkembangan fisik, fisiologi, dan genetik) pada tekanan lingkungan dan variasinya.
  • Paleopatologi adalah studi penyakit pada masa purba (kuno). Studi ini tidak hanya berfokus pada kondisi patogen yang diamati pada tulang atau sisa-sisa jaringan (misalnya pada mumi), tetapi juga pada gangguan gizi, variasi morfologi tulang, atau juga bukti-bukti stres pada fisik.
  • Antropometri adalah ilmu yang memelajari dan mengukur variasi fisik manusia. Antropometri pada awalnya digunakan sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi sisa-sisa fosil kerangka manusia purba atau hominid dalam rangka memahami variasi fisik manusia. Pada saat ini, antropometri berperan penting dalam desain industri, desain pakaian, desain industrial ergonomis, dan arsitektur di mana data statistik tentang distribusi dimensi tubuh dalam populasi digunakan untuk mengoptimalkan produk yang akan digunakan konsumen.
  • Osteologi/osteometri adalah ilmu tentang tulang yang memelajari struktur tulang, elemen-elemen pada kerangka, gigi, morfologi mikrotulang, fungsi, penyakit, patologi, dsb. Osteologi digunakan dalam menganalisis dan mengidentifikasi sisa-sisa tulang (baik kerangka utuh mau pun yang telah menjadi serpihan) untuk menentukan jenis kelamin, umur, pertumbuhan dan perkembangannya, sebab kematian, dan lain sebagainya dalam konteks biokultural.
  • Primatologi adalah ilmu tentang primata bukan manusia (non-human primates). Primatologi mengkaji perilaku, morfologi, dan genetik primata yang berpusat pada homologi dan analogi dalam mengambil kesimpulan kenapa dan bagaimana ciri-ciri manusia berkembang dalam primata.
  • Antropologi Forensik adalah ilmu terapan antropologi dalam ruang legal (hukum), biasanya menggunakan perspektif dan keahlian ekologi manusia, paleopatologi, dan osteologi dalam kasus-kasus kriminal luar biasa (FBI, CIA, dan militer) untuk menganalisis kondisi korban yang sudah tidak utuh (terbakar, rusak, terpotong-terpotong karena mutilasi, atau sudah tidak dikenali lagi) atau dalam tahap dekomposisi lanjut (sudah menjadi kerangka tulang).
  • Antropologi Molekuler adalah bidang ilmu yang memelajari evolusi, migrasi, dan persebaran manusia di bumi melalui analisis molekuler. Biasanya menggunakan perbandingan sekuens DNA (mtDNA, Kromosom Y, dan Autosom) dan protein dalam melihat variasi populasi dan hubungan antar atau inter-populasi dalam menentukan suatu populasi masuk ke dalam haplogrup tertentu atau berasal dari wilayah mana (geographical origin).

2. Antropologi Sosial Budaya

Antropologi sosial merupakan studi yang memelajari hubungan antara orang-orang dan kelompok. Sementara Antropologi Budaya merupakan studi komparasi bagaimana orang-orang memahami dunia di sekitar mereka dengan cara yang berbeda-beda. Antropologi Sosial berkaitan erat dengan sosiologi dan sejarah yang bertujuan mencari pemahaman struktur sosial dari suatu kelompok sosial yang berbeda seperti subkultur, etnik, dan kelompok minoritas. Antropologi Budaya lebih berhubungan dengan filsafat, literatur atau sastra, dan seni tentang bagaimana suatu kebudayaan memengaruhi pengalaman seseorang (diri sendiri) dan kelompok, memberikan kontribusi untuk pemahaman yang lebih lengkap terhadap pengetahuan, adat istiadat, dan pranata masyarakat. Dalam praktiknya tidak ada perbedaan yang sangat mencolok antara Antropologi Sosial dan Antropologi Budaya, dan bahkan sering saling tumpang tindih di antara keduanya.
  • Prehistori adalah ilmu yang mempelajari sejarah penyebaran dan perkembangan semua kebudayaan manusia di bumi sebelum manusia mengenal tulisan.
  • Etnolinguistik antropologi adalah ilmu yang mempelajari pelukisan tentang ciri dan tata bahasa dan beratus-ratus bahasa suku-suku bangsa yang ada di bumi.
  • Etnologi adalah ilmu yang mempelajari asas kebudayaan manusia di dalam kehidupan masyarakat suku bangsa di seluruh dunia.
  • Etnopsikologi adalah ilmu yang mempelajari kepribadian bangsa serta peranan individu pada bangsa dalam proses perubahan adat istiadat dan nilai universal dengan berpegang pada konsep psikologi.

A. Bidang Kajian Antropologi

Sub-sub bidang kajian antropologi dapat dikategorisasi menurut dua cara, yakni menurut masalah yang dipelajari (budaya dan fisikal) dan menurut kurun waktu terjadinya fenomena yang dipelajari (lampau dan sekarang). Sub-sub bidang kajian antropologi dan cabang ilmu yang mempeljarinya menurut Stanley Wahburn, yaitu :

1. Antropologi ragawi :
Mempelajari tentang evolusi manusia dan hubungan dengan hewan lain, khususnya primat, pada hakikatnya lebih dekat kepada biologi dari pada ilmu sosial. Namun demikian, para ilmuan antropologi budaya tergantung pada informasi dari ilmuwan ragawi mengenai unsur-unsur biologis yang unik pada manusia yang esensial dalam pembentukan kebudayaan. Sebaliknya para ilmuwan antropologi ragawi juga sangat tertarik pada ras manusia. Mereka mempergunakan berbagai konsep budaya untuk klasifikasi ras manusia.

2. Antropologi budaya dan social :
Antropologi budaya mempelajari keseluruhan kebudayaan termasuk perubahan, akulturasi dan difusi kebudayaan sebaliknya konsep kunci dalam antropologi sosial adalah struktur sosial, bukan kebudayaan. Antropologi budaya memfokuskan diri pada pelacakan sejarah dari unsur-unsur kebudayaan, sedangkan antropologi sosial memfokuskan pada pencarian hukum-hukum dan generalisasi tentang lembaga-lembaga sosial. Dengan ringkas dapat dikatakan bahwa antropologi budaya lebih bersifat deskriptif historik, sedangkan antropologi sosial lebih bersifat eksplanatori.

3. Etnografi, etnologi, dan linguistic :
Adalah 3 sub-bidang antropologi yang sangat berdekatan satu dengan lainnya. Etnografi adalah sub-bidang antropologi yang mendeskripsikan secara akurat kebudayaan-kebudayaan yang masih hidup sekarang. Etnologi menaruh perhatian untuk membanding-bandingkan dan menjelaskan kesamaan dan perbedaan antar sistem kebudayaan. Linguistik dikhususkan untuk mendeskripsi dan menganalisis bahasa-bahasa yang dipergunakan dalam berbagai kebudayaan.

4. Arkheologi atau prahistori :
Adalah sub-bidang antropologi yang berusaha merekonstruksi sejarah masyarakat yang tak punya sejarah tertulis dengan cara menggali”artifact” (objek yang berupa benda buatan manusia) dan unsur-unsur kebudayaan lainnya.

B. Pendekatan dalam Antropologi

Studi kebudayaan adalh sentral dalam antropologi. Bidang kajian utama antropologi adalah kebudayaan dan dipelajari melalui pendekatan. Berikut 3 macam pendekat utama yang biasa dipergunakan oleh para ilmuwan antropologi.

1. Pendekatan holistic :
Kebudayaan dipandang secara utuh (holistik). Pendekatan ini digunakan oleh para pakar antropologi apabila mereka sedang mempelajari kebudayaan suatu masyarakat. Kebudayaan di pandang sebagai suatu keutuhan, setiap unsur di dalamnya mungkin dipahami dalam keadaan terpisah dari keutuhan tersebut. Para pakar antropologi mengumpulkan semua aspek, termasuk sejarah, geografi, ekonomi, teknologi, dan bahasa. Untuk memperoleh generalisasi (simpulan) tentang suatu kompleks kebudayaan seperti perkawinan dalam suatu masyarakat, para pakar antropologi merasa bahwa mereka harus memahami dengan baik semua lembaga (institusi) lain dalam masyarakat yang bersangkutan.

2. Pendekatan komparatif :
Kebudayaan masyarakat pra-aksara. Pendekatan komparatif juga merupakan pendekatan yang unik dalam antropologi untuk mempelajari kebudayaan masyarakat yang belum mengenal baca-tulis (pra-aksara). Para ilmuwan antropologi paling sering mempelajari masyarakat pra-aksara karena 2 alasan utama. Pertama, mereka yakin bahwa setiap generalisasi dan teori harus diuji pada populasi-populasi di sebanyak mungkin daerah kebudayaan sebelum dapat diverifikasi. Kedua, mereka lebih mudah mempelajari keseluruhan kebudayaan masyarakat-masyarakat kecil yang relatif homogen dari pada masyarakat-masyarakat modern yang kompleks. Masyarakat-masyarakat pra-aksara yang hidup di daerah-daerah terpencil merupakan laboratorium bagi para ilmuwan antropologi.

3. Pendekatan historic :
Pengutamaan asal-usul unsur kebudayaan. Pendekatan dan unsur-unsur historik mempunyai arti yang sangat penting dalam antropologi, lebih penting dari pada ilmu lain dalam kelompok ilmu tingkah laku manusia. Para ilmuwan antropologi tertarik pertama-tama pada asal-usul historik dari unsur-unsur kebudayaan, dan setelah itu tertarik pada unsur-unsur kebudayaan yang unik dan khusus.

C. Metodologi dalam Antropologi

Banyak metode yang dipergunakan oleh ilmuwan antropologi untuk mengembangkan aturan konsep, generalisasi, dan teori, tetapi baru beberapa yang telah mempunyai aturan konsep, baku, sedangkan yang lainnya lebih bersifat tradisi-tradisi khusus.

1. Kelangkaan metode yang baku
Antropologi adalah ilmu yang relatif masih muda, sehingga belum berhasil mengembangkan metode-metode penelitian yang jelas dan sistematik. Dalam tulisan-tulisan etnografis dapat dilihat terlalu sedikitnya perhatian para penulis pada metode penelitian.

2. Participant observation
Jika seorang ilmuwan antropologi sedang melakukan penelitian tentang suatu kebudayaan, maka ia hidup bersama orang-orang pemilik kebudayaan tersebut, memelajari bahasa mereka, ikut aktif ambil bagian dalam kegiatan sehari-hari masyarakat (komunitas) tersebut.

3. Indepth interview (wawancara mendalam)
Wawancara mendalam (indepth interview) biasanya dipergunakan bersama-sama (kombinasi) dengan observasi mendalam berperanserta. Wawancara dilakukan secara informal dan non-sistematik. Jika ilmuwan sosiologi memilih secara acak (random) subyek yang diwawancarai, maka ilmuwan antropologi mewawancarai orang-orang yang telah kenal baik dan mempercayainya, atau oran-orang yang ia pandang dapat memberikan informasi yang akurat dan rinci tentang berbagai aspek kebudayaan yang diteliti.

4. Upaya memperkecil kesalahan
Informasi yang ia peroleh dari berbagai subyek seringkali berbeda-beda atau bahkan saling bertentangan. Para ilmuwan antropologi berusaha meminimalkan kesalahan pada data mereka dengan jalan mengulang-ulang observasi atau wawancara, dan dengan melakukan ’cross-check’ dengan informan lain apabila mereka menemukan informasi yang bertentangan.

5. Kecendrungan menggunakan metode tradisional
Para ilmuwan antropologi hanya sedikit menggunakan kuesioner tertulis, terutama karena sebagian besar subjek mereka buta aksara. Walaupun para ilmuwan antropologi semakin banyak mempelajari kelompok-kelompok masyarakat modern, tetapi mereka cenderung tetap menggunakan metode-metode antropologi tradisional.

D. Konsep-konsep dalam Antropologi

1. Kebudayaan (culture)
Konsep paling esensial dalam antropologi adalah konsep kebudayaan. Pada tiap disiplin ilmu sosial terdapat konsep kebudayaan, yang didefinisikan menurut versi yang berbeda-beda. Kebudayaan adalah konsep yang paling esensial dalam antropologi budaya dan semua konsep-konsep yang lain dalam antropologi budaya pasti berkaitan dengan kebudayaan. Oleh karena itu konsep kebudayaan perlu mendapat perhatian khusus.

2. Unsur kebudayaan
Satuan terkecil dalam suatu kebudayaan disebut unsur kebudayaan atau ”trait”. Unsur-unsur kebudayaan mungkin terdiri dari pola tingkah laku atau artefak. Tiap kebudayaan mungkin terdiri dari gabungan antara unsur-unsur yang dipinjam dari masyarakat lain dan yang ditemukan sendiri oleh masyarakat yang bersangkutan.

3. Kompleks kebudayaan
Seperangkat unsur kebudayaan yang mempunyai keterkaitan fungsional satu dengan lainnya disebut kompleks kebudayaan. Sistem perkawinan pada masyarakat indonesia adalah sebuah contoh kompleks kebudayaan.

4. Enkultrasi
Adalah proses dimana individu belajar untuk berperan serta dalam kebudayaan masyarakatnya sendiri.

5. Daerah kebudayaan (culture area)
Adalah suatu wilayah geografis yang penduduknya berbagi (sharing) unsur-unsur dan kompleks-kompleks kebudayaan tertentu yang sama.

6. Difusi kebudayaan
Adalah proses tersebarnya unsur-unsur kebudayaan dari suatu daerah kebudayaan ke daerah kebudayaan lain.

7. Akulturasi
Adalah pertukaran unsur-unsur kebudayaan yang terjadi selama dua kebudayaan yang berbeda saling kontak secara terus –menerus dalam waktu yang panjang.

8. Etnosentrisme
Adalah sikap suatu kelompok masyarakat yang cenderung beranggapan bahwa kebudayaan sendiri lebih unggul dari pada semua kebudayaan yang lain.

9 Tradisi
Pada tiap masyarakat selalu terdapat sejumlah tingkah laku atau kepercayaan yang telah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat yang bersangkutan ddalam kurun waktu yang panjang disebut dengan tradisi

10. Relativitas kebudayaan
Tiap kebudayaan mempunyai ciri-ciri yang unik, yang tidak terdapat pada kebudayaan lainnya, maka apa yang dipandang sebagai tingkah laku normal dalam kebudayaan mungkin dipandang abnormal dalam kebudayaan yang lain.

11. Ras dan kelompok etnik
Ras dan etnik adalah dua konsep yang berbeda, tetapi sering dikacaukan penggunaannya. Ras adalah sekelompok orang yang kesamaan dalam unsur biologis atau suatu populasi yang memiliki kesamaan unsur-unsur fisikal yang khas yang disebabkan oleh keturunan (genitik) sedangkan etnik adalah sekumpulan individu yang merasa sebagai satu kelompok karena kesamaan identitas, nilai-nilai sosial yang dijunjung bersama, pola tingkah laku yang sama, dan unsur-unsur budaya lainnya yang secara nyata berbeda dibandingkan kelompok-kelompok lainnya.

E. Generalisasi dalam Antropologi
Kebanyakan generalisasi dalam antropologi didasarkan pada hasil studi terhadap sampel-sampel lintas budaya (cross-cultural samples) dan berkenaan dengan konsep paling esensial, ialah kebudayaan. Ada pula sejumlah generalisasi lintas-disiplin karena ilmuwan antropologi mempelajari banyak masalah yang juga menjadi pusat perhatian para ilmuwan lain.

F. Teori dalam Antropologi

1. Teori Evolusi Deterministrik
Adalah teori tertua dan dikembangkan oleh 2 tokoh pertama dalam antropologi, ialah Edward Burnet Tylor (1832-1917) dan Lewis henry Morgan (1818-1889). Teori ini berangkat dari anggapan bahwa ada suatu hukum (aturan) universal yang mengendalikan perkembangan semua kebudayaan manusia. Menurut teori ini setiap kebudayaan mengalami evolusi melalui jalur dan fase-fase yang sudah pasti.

2. Teori Partikularisme
Pada awal abad ke-20 berakhirlah kejayaan teori evolusionisme dan berkembanglah pemikiran yang menentang teori tersebut. Pemikiran baru tersebut dipelopori oleh Franz Boas (1858-1942) yang kemudian disebut teori partikularisme historik. Boas tidak setuju dengan teori evolusi dalam hal asumsi tentang adanya hukum universal yang menguasai kebudayaan manusia. Ia menunjukkan betapa sangat kompleksnya variasi kebudayaan, dan percaya bahwa terlalu prematur merumuskan teori yang universal.

3. Teori Fungsionalisme
Teori ini dikembangkan oleh Bronislaw Malinowski (1884-1942) yang selama Perang Dunia II mengisolir diri bersama penduduk asli pulau Trobrian untuk mempelajari cara hidup mereka dengan jalan melakukan observasi berperanserta (participant observation). Ia mengajukan teori fungsionalisme, yang berasumsi bahwa semua unsur kebudayaan merupakan bagian-bagian yang berguna bagi masyarakat di mana unsur-unsur tersebut terdapat. Dengan kata lain, pandangan fungsional atas kebudayaan menekankan bahwa setiap pola tingkah-laku, setiap kepercayaan dan sikap yang merupakan bagian dari kebudayaan suatu masyarakat, memerankan fungsi dasar di dalam kebudayaan yang bersangkutan.

IMAN KEPADA RASUL

IMAN KEPADA RASUL 

iman kepada rasul

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang salah satu Rukun Iman yaitu Iman Kepada Rasul, dengan isi materi diantaranya :

1. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah
2. Fungsi Beriman Kepada Rasul Allah
3. Hukum Beriman Kepada Rasul Allah
4. Perbedaan Nabi dan Rasul

Tentunya, kita juga akan memberikan beberapa dalil naqli yang ada untuk menambahkan pemahaman teman-teman.

Rasul adalah manusia pilihan Allah yang diangkat sebagai utusan dengan tujuan menyampaikan firman-firman-Nya kepada umat manusia untuk dijadikan pedoman hidup. Sedangkan Nabi adalah Manusia pilihan yang diberi wahyu oleh Allah Swt. untuk dirinya sendiri tapi tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan pada umatnya.

Pengertian Iman kepada Rasul
Iman kepada rasul berarti mempercayai atau meyakini bahwa rasul Allah Swt. adalah seorang yang diutus dan ditugaskan Allah swt. menyampaikan ajaran Allah Swt. (wahyu) yang diterimanya kepada umatnya agar dijadikan pedoman hidup.

Ada juga sebutan Ulul Azmi. Ulul Azmi adalah utusan Allah yang memiliki kesabaran dan ketabahan yang tinggi dalam menyampaikan risalah pada umatnya.
5 Nabi Ulul Azmi :
1. Nabi Nuh As.
2. Nabi Ibrahim As.
3. Nabi Musa As.
4. Nabi Isa As.
5. Nabi Muhammad Saw.

Dengan mengimani Rasul Allah SWT. adalah kewajiban semua umat Islam karena merupakan rukun Iman yang ke 4. Hal ini diperkuat dalam dalil Naqli pada Al-Quran.

Dalil Naqli Iman Kepada Rasul

1. Surah Al-An’am Ayat 48
Surah Al-An'am Ayat 48

 Quran Surah Al-An’am ayat 48
Artinya :
“Dan kami mengutus para rasul itu melainkan untuk memberikan kabar gembira dan memberi peringatan.Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada kekawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”(QS. Al An’am 6 : 48).

2. Surah An-Nisaa Ayat 136
Surah An-Nisa Ayat 136
 Quran Surah An-Nisaa Ayat 136
Artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman! Tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya (Muhammad) dan kepada Kitab (al-Qur’an) yang diturunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang diturunkan sebelumnya. Barangsiapa ingkar kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab- Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sungguh, orang itu telah tersesat sangat jauh.” (Q.S. An-Nisa/4: 136) .

Fungsi Iman Kepada Rasul Allah
Ada banyak fungsi beriman kepada Rasul Allah, diantaranya yaitu :
1. Bertambah iman kepada Allah SWT dengan mengetahui bahwa rasul benar-benar manusia pilihan Allah
2. Mau mengamalkan apa yang disampaikan para rasul
3. Mempercayai tugas-tugas yang dibawanya untuk disampaikan kepada umatnya
4. Lebih mencintai dan menghormati rasul atas perjuangannya
5. Memperoleh teladan yang baik untuk menjalani hidup
6. Mendapat rahmat Allah
7. Mengerti tatacara bertauhid, beriman / ber’aqidah dan beribadah yang benar
8. Tuntunan menuju jalan yang benar untuk keselamatdunia akhirat
9. Sebagai perantara mengenal Allah dengan segala sifat sempurna-Nya
10. Dapat membedakan antara yang benar (baik) dan yang salah (buruk)

Hukum Beriman kepada Rasul
Hukum beriman kepada rasul adalah wajib (fadu 'ain). Para rasul merupakan utusan Allah swt. yang mengemban tugas menyampaikan risalah (wahyu atau ajaran Allah) yang diterimanya kepada umatnya untuk dijadikan pedoman hidup agar dapat meraih kebahagiaan dunia akhirat.

Perbedaan Nabi dan Rasul
Secara ringkas untuk membedakan pengertian antara nabi dan rasul adalah sebagai berikut.

Nabi, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan tidak berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).

Rasul, adalah orang laki-laki yang menerima wahyu dari Allah swt. untuk dirinya sendiri dan berkewajiban menyampaikan kepada orang lain (umatnya).

Ayat Al-Qur'an yang Menjelaskan Iman Kepada Rasul
Beriktu adalah ayat-ayat al-qur'an yang menjelaskan tentang keimanan kepada rasul adalah sebagai berikut.

    Surah Al-Mukmin, 40:78.
    Surah An-Nahl, 16:43.
    Surah Al-Baqarah, 2:285.
    Surah Al-Furqan, 25:20.
    Surah Saba', 34:28.
    Surah At-Taubah, 9:128.
    Surah Al-Maidah, 5:15.
    Surah An-Nisa, 4:165.

MAKALAH GEOPOLITIK INDONESIA

GEOPOLITIK BANGSA INDONESIA MAMPU MEMPERTAHANKAN INTEGRITAS WILAYAH INDONESIA


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Negara kita adalah negara kepulauan  yang di kelilingi oleh lautan dari sabang sampai merauke. Sebagai negara kepulauan dengan masyarakatnya yang berbhinneka, negara Indonesia memiliki unsur-unsur kekuatan dan kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografis yang strategis dan kaya sumber daya alam. Kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air. Ketidaksamaan tersebut menimbulkan perbedaan pendapatan, kehidupan, kepercayaan dapam hubungan dengan penciptanya dan melaksanakan hubungan dengan sesamanya dan dalam cara melihat serta memahami sesuatu. Perbedaan-perbedaan inilah yang kita sebut keanekaragaman. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, keanekaragaman tersebut memerlukan perekat agar bangsa yang bersangkutan dapat bersau memelihara keutuhan negaranya.
Maka dari itu, pemerintah dan rakyat memerlukan konsepsi berupa wawasan nasional untuk menyelengarakan kehidupannya. Wawasan ini dimaksudkan untuk menjamin kehidupan, keutuhan wilayah serta jadi diri bangsa.
Konsep wawasan bangsa tentang wilayah mulai dikembangkan sebagai ilmu pada akhir  abad XIX dan awal abad XX dan dikenal sebagai geopolitik, dalam membahas masalah wawasan nasional bangsa, di samping membahas sejarah terjadinya konsep wawasan nasional, akan dibahas pula teori geopolitik dan implementasinya pada negara Indonesia. Geopolitik, dibutuhkan oleh setiap negara di dunia, untuk memperkuat posisinya terhadap negara lain, untuk memperoleh kedudukan yang penting di antara masyarakat bangsa-bangsa, atau secara lebih tegas lagi, untuk menempatkan diri pada posisi yang sejajar di antara negara-negara raksasa.

BAB II
DESKRIPSI MASALAH

2. 1 Deskripsi Masalah
Geopolitik secara Bahasa yunani berasal dari kata “Geo” yang berarti bumi dan “Politik” yang berarti kekuatan yang didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menentukan alternatif kebijaksanaan nasional untuk mewujudkan tujuan nasional.
Geopolitik secara tradisional menunjukkan hubungan antara kekuatan politik dan ruang geografis. Dalam artian konkret, geopolitik sering dilihat sebagai pemikiran yang mempelajari prasyarat strategis berdasarkan kepentingan relatif kekuatan daratan dan laut dalam sejarah dunia. Tradisi geopolitik secara konsisten mempelajari korelasi kekuatan geopolitik dalam politik dunia, identifikasi wilayah inti internasional, dan hubungan antara kemampuan laut dan darat.
Bangsa Indonesia yang berfalsafah dan berideologi Pancasila menganut paham tentang perang dan damai: “Bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan.” Menurut ajaran wawasan nasional bangsa Indonesia menyatakan bahwa “Ideologi digunakan sebagai landasan idiil dalam menentukan politik nasional, dihadapkan pada kondisi dan konstelasi geografis Indonesia dengan segala aspek kehidupan nasionalnya”
Paham tentang kekuatan dan kekuasaan yang berkembang di Indonesia didasarkan pada pemahaman tentang paham perang dan damai. Indonesia menganut paham negara kepulauan, yaitu paham yang dikembangkan dari asas archipelago yang berbeda dengan pemahaman archipelago di negara-negara barat pada umumnya. Perbedaan yang esensial dari pemahaman ini adalah bahwa menurut paham barat laut berperan sebagai pemisah pulau sedangkan menurut paham Indonesia laut adalah penghubung sehingga wilayah negara menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai Tanah Air dan disebut Negara kepulauan.

BAB III
ANALISIS MASALAH

Geopolitik diartikan sebagai sistem politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik suatu negara, yang apabila dilaksanakan dan berhasil akan berdampak langsung atau tidak langsung kepada sistem politik suatu negara. Sebaliknya politik negara itu secara langsung akan berdampak langsung kepada geografi negara bersangkutan.
Sebagai negara kepulauan dan berbhineka Indonesia mempunyai kekuatannya yang terletak pada posisi dan keadaan geografi yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak pada wujud kepulauan dan keanekaragaman masyarakat yang harus disatukan dalam satu bangsa dan satu tanah air,sebagaimana telah diperjuangkan oleh para pendiri negara ini. Dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan melalui Sumpah Pemuda tahun 1928 dan berlanjut pada proklamsi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945. Dalam pelaksaannya Indonesia tidak bebas dari pengaruh interaksi dan interaksi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan, regional maupun internasional. Dalam hal ini Indonesia harus memiliki pedoman. Salah satu pedoman Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak pada wujud wilayah nusantara, sehingga disebut Wawasan Nusantara. Oleh karena itu wawasan nusantara adalah geopolitik Indonesia.
Wawasan Nasional yang merupakan ladasan visional suatu bangsa yang bersangkutan menuju ke masa depan. Kehidupan berbangsa dalam suatu negara memerlukan suatu konsep cara pandangan atau wawasan nasional yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa dan wilayahnya serta jati diri bangsa itu. Adapun wawasan nasional bangsa Indonesia dikenal dengan Wawasan Nusantara.
Wawasan  Nusantara mempunyai arti cara pandang bangsa Indonesia tentang jatidiri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta sesuai dengan geografi wilayah Nusantara yang menjiwai kehidupan bangsa dalam mencapai tujuan dan cita-cita nasionalnya. Dengan demikian wawasan nusantara berperan untuk membimbing bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan kemerdekaannya. Faktor-faktor yang mempengaruhi wawasan nusantara, diantaranya :

A. Wilayah
Sesuai dengan Hukum Laut Internasional, secara garis besar Indnesia sebagai negara kepulauan memiliki Laut Toritorial, Perairan Pedalaman, Zone Ekonomi Eksklusif, dan Landas Kontinen. Masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Negara Kepulauan adalah suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup pulau-pulau lain.
2. Laut Toritorial adalah satu wilayah laut yang lebarnya tidak melebihi 12 mil laut di ukur dari laut pangkal, sedangkan garis pangkal adalah garis air surut terendah sepanjang pantai, seperti yang terlihat pada peta laut skala besar yang berupa garis yang menghubungkan titik-titik luar dari dua pulau dengan batas-batas tertentu sesuai konvensi ini.
3. Perairan Pedalaman adalah wilayah sebelah dalam daratan atau sebelah Dalam dari garis pangkal.
4. Zone Ekonomi Eksklusif (ZEE) tidak boleh melebihi 200 mil laut dari garis pangkal.
5. Landas Kontinen suatu negara berpantai meliputi dasar laut dan tanah di- bawahnya yang terletak di luar laut teritorialnya spanjang merupakan kelanjutan alamiah wilayah daratannya.

Karakteristik Wilayah Nusantara, Nusantara berarti Kepulauan Indonesia yang terletak di antara benua Asia dan benua Australia dan diantara samudra Pasifik dan samudra Indonesia, yang terdiri dari 17.508 pulau besar maupu kecil.Jumlah pulau yang sudah memiliki nama adalah 6.044 buah. Kepulauan Indonesia terletak pada batas-batas astronomi sebagai berikut :
Utara : ± 6° 08’ LU
Selatan : ± 11° 15’ LS
Barat : ± 94° 45’ BT
Timur : ± 141° 05’ BT
Jarak utara – selatan sekitar 1.888 Kilometer, sedangakan jarak barat – timur sekitar 5.110 Kilometer Luas wilayah Indonesia seluruhnya adalah 5. 193.250 km persegi, yang terdiri dari daratan seluas 2. 027. 087 km persegi dan perairan 127 3. 166. 163 km persegi.

B. Geostrategi
Strategi adalah politik dalam pelaksanaan, yaitu upaya bagaimana mencapai tujuan atau sasaran yang ditetapkan sesuai dengan keinginan politik.Strategi juga dapat merupakan ilmu, yang langkah -langkahnya selalu berkaitan dengan data dan fakta yang ada. Sebagai contoh pertimbangan geostrategis untuk negara dan bangsa Indonesia adalah kennyataan posisi silang Indonesia dari berbagai aspek, di samping aspek geografi juga aspek – aspek demografi, ideologi, politik, ekonomi,sosial budaya dan Hankam.
Strategi biasanya menjangkau masa depan, sehingga pada umumnya strategi disusun secara bertahap dengan memperhitungkan faktor–faktor yang mempengaruhinya.Dengan demikian geostrategi adalah perumusan strategi nasional dengan memperhatikan kondisi dan konstelasi geografi sebagai fektor utamanya.Disamping itu dalam merumuskan strategi perlu pula memperhatikan kondisi sosial, budaya, penduduk , sumber daya alam, lingkungan regional maupun internasional.

BAB IV
PENUTUP

Geopolitik sangatlah diperlukan oleh suatu bangsa karena untuk memperkuat posisinya terhadap negara lain, memperoleh kedudukan yang penting di antara masyarakat bangsa-bangsa untuk menempatkan diri pada posisi yang sejajar di antara negara-negara raksasa. Oleh karena itu bangsa Indonesia harus menjaga integritas sebuah wilayahnya agar tidak direbut oleh negara lain. Maka wawasan nasional sangatlah dibutuhkan sebagai  landasan visional dari suatu bangsa yang bersangkutan menuju ke masa yang akan datang. Kehidupan berbangsa dalam suatu negara memerlukan suatu konsep cara pandangan yang bertujuan untuk menjamin kelangsungan hidup dan keutuhan bangsa dan wilayahnya serta jatidiri bangsa indonesia. Wawasan nasional di Indonesia lebih dikenal dengan wawasan nusantara.
Wawasan nusantara merupakan cara pandang diri sendiri bangsa Indonesia tentang jati diri dan lingkungannya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan tujuan untuk membimbing Bangsa Indonesia dalam penyelenggaraan kehidupannya serta sebagai rambu-rambu dalam perjuangan kemerdekaannya.

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia

Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia



Dalam perkembangan sebagai suatu bahasa yang dipergunakan oleh masyarakat Indonesia, bahasa Indonesia memiliki suatu kedudukan dan fungsi tertentu. Bahasa Indonesia berkedudukan sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara.

Kedudukan sebagai bahasa Nasional diperoleh bahasa Indonesia dalam Sumpah pemuda pada kongres Pemuda tahun 1928. Kedudukan sebagai bahasa Negara diperoleh bahasa Indonesia sejak tahun 1945 dengan dicantumkannya bahasa Indonesia sebagai bahasa Negara dalam Undang-Undang Dasar 1945,Bab XV, Pasal 36.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa Nasional dan bahasa Negara, bahasa Indonesia memiliki fungsi-fungsi tertentu.

Sebgai bahasa Nasional, fungsi bahasa Indonesia adalah:
  1. lambang kebanggan nasional
  2. lambang identitas nasional
  3. sarana penyatuan bangsa
  4. sarana perhubungan antar-budaya daerah
Sebagai bahasa Negara, fungsi bahasa Indonesia adalah;
  1. bahasa resmi kenegaraan
  2. bahasa pengantar resmi di lembaga-lembaga pendidikan
  3. sarana perencaan dan pelaksanaan pembangunan serta pemerintahan
  4. sarana pengembangan kebudayaan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan serta teknologi modern
Mengingat kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia tersebut di atas, jelas bahwa bahasa Indonesia mengemban posisi sangat penting dalam kehidupan bangsa Indonesia. Pentingnya suatu bahasa dapat diukur dengan kriteria tertentu yang dinyatakan dalam Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia (1988:1) sebagai berikut:
  1. jumlah penuturannya
  2. luas penyebarannya
  3. peranannya sebagai sarana ilmu, susastra, dan ungkapan budaya lainnya yang dianggap bernilai.
Sesuai dengan dasar kriteria pertama, dapat dinyatakan bahwa bahasa Indonesia meempati peringkat teratas dibanding dengan bahasa daerah lainnya, karena pemakaian bahasa Indonesia tidak hanya pemakai murni bahasa itu, melainkan juga pemakai bahasa yang dwibahasawan atau multibahasawan.

Bila ditinjau dari kriteria kedua terlihat bahwa penyebaran bahasa Indonesia telah meluas keluar wilayah Nusantara, seperti Australia, Filipina, Jepang, Korea, Rusia, India, Jerman, Amerika dan lain-lainnya. Bahkan pemerintah Australia menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa asing pertama di sekolah-sekolah. Demikian pula dengan Malaysia dan Brunei Darussalam.

Dalam hal kriteria ketiga, dapat disadari bahwa peranan Bahasa Indonesia sangatlah penting sebagai media komunikasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, juga kesusastraan dan ungkapan-ungkapan budaya lainnya di wilayah Nusantara ini.

Bahasa yang memiliki kriteria tersebut di atas dapat dinyatakan sebagai suatu bahasa yang hidup, sedangkan kriteria sebaliknya, yaitu bahasa yang mati dimiliki oleh bahasa yang sudah tidak lazim lagi dipergunakan dalam komunikasi sehari-hari.


MAKALAH GOLONGAN ANTIBIOTIK SEFALOSFORIN DAN MAKROLIDA

MAKALAH GOLONGAN ANTIBIOTIK SEFALOSFORIN DAN MAKROLIDA


KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan sebuah makalah golongan antibiotik sefalosforin. Tak lupa penulis mengucapkan terimakasih kepada Dosen Pembimbing Mata Kuliah Farmakologi, yang telah mempercayai penulis untuk menyelesaikan makalah ini.
Akhir kata penulis menyadari kekurangan penulis dalam menyusun makalah ini. Kritik dan saran penulis harapkan dapat memberi tambahan atau memperbaiki hasil makalah yang telah disusun oleh penulis. Untuk segala kesalahan dalam penyusunan makalah, mohon di maklumi karena penulis masih dalam proses pembelajaran.

Cimahi, 23  Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar isi
BAB I  Pendahuluan
BAB II Tinjauan Teori
1. Sefalosporin
        1.1 Sejarah
        1.2 Mekanisme Kerja
        1.3 Penggolongan Sefalosporin
2. Makrolida
        2.1 Pengertian
        2.2 Struktur Obat dan Penjelasannya
        2.3 Farmakodinamika
        2.4 Penggolongan makrolida
        2.5 Efek Samping
BAB III Penutup
A. Simpulan

BAB I 
PENDAHULUAN
1.1 Latara Belakang
Sefalosporin mulai dikenal sejak tahun 1945. Guiseppe Brotzu berhasil mengisolasi dan menyelidiki salah satu spesies dari lumut, yaitu Cephalosporium acremonium. Lumut ini mempunyai efek antibakterial terhadap kuman tifoid, Brucela, kuman kolera, dan Staphylococcus aureus. Tahun 1949, Dr. Edward Abraham dan H.S. Burton menemukan sedikitnya adadua macam antibiotika yang diproduksi oleh lumut tersebut. Antibiotika pertama dinamakan sefalosporin P, dan antibiotika ke dua dinamakan sefalosporin N. Struktur ini kemudian diberi nama penisilin N tetapi sifat antibakterialnya berbeda dengan bensilpenisilin. Apabila penisilin N dijalankan secara kromato-grafi akan terlihat beberapa substansi yang diberi tanda A, B dan C. Komposisi C keluar menjadi suatu antibiotika dan diberi nama sefalosporin C. Akhirnya, pada tahun 1964 dua macam sefalosporin digunakan untuk kepentingan klinik, yaitu sefalotin dan sefaloridin. Sesudah itu diikuti dengan munculnya turunan-turunan baru.
Macrolide merupakan suatu kelompok senyawa yang berhubungan erat, denganciri suatu cincin lakton ( biasanya terdiri dari 14 atau 16 atom ) di mana terkait gulagula deoksi. Antibiotika golongan makrolida yang pertama ditemukan adalah Pikromisin,diisolasi pada tahun 1950. Macrolide merupakan salah satu golongan obat antimikroba yang menghambatsintesis protein mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S. untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.

1.2 Rumusan masalah
1.    Pengertian Cephalosporin
2.    Klasifikasi Cephalosporin generasi pertama-empat
3.    Fungsi dan Penggunaan Cephalosporin generasi pertama-empat
4.    Efek samping Cephalosporin generasi pertama-empat
5.    Pengertian Makrolida
6.    Klasifikasi Makrolida
7.    Fungsi dan penggunaan makrolida
8.    Efek samping makrolida

1.3 Tujuan
    Makalah ini bertujuan untuk mengetahui pengertian, klasifikasi, penggunaan dan efek samping dari Cephalosporin dan Makrolida

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Sejarah Perkembangan Sefalosporin
Antibiotik beta laktam merupakan antibiotik yang bermanfaat dan sering diresepkan oleh dokter, memiliki struktur umum dan mekanisme kerja yang sama yaitu menghambat sintesis peptidoglikan dinding sel bakteri. Sefalosporin termasuk golongan antibiotika Betalaktam. Cephalosporium acremonium merupakan sumber awal senyawa sefalosporin, diisolasi pada tahun 1948 oleh B rotzu dari laut didekat saluran pembuangan air dipesisir Sardinia. Filtrate kasar jamur ini diketahui dapat menghambat pertumbuhan s. aureus secara in vitro dan menyembuhkan infeksi stafilokokus dan demam tifoid pada manusia. Cairan kultur tempat jamursardinia ini ditumbuhkan mengandug tiga antibiotik berbeda yang dinamakan sefalosporin P,N, dan C. Dengan diisolasinya inti akti sefalosporin C, yaitu asam 7-aminosefalosporanat, dan dengan penambahan rantai samping. Memungkinkan dibuatnya senyawa semisintetik dengan aktivitas antibakteri yang jauh lebih besar dibandingkan senyawa induknya.

2.2 Mekanisme kerja dan penggolongan sefalosporin
Mekanisme kerja antimikroba sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba dimana yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin terhadap kuman gram-positif maupun gram-negatif, tetapi spektrum antimikroba masing-masing derivat bervariasi (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007). Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya.

1.      Sefalosporin generasi pertama
Secara in vitro memperlihatkan spektrum antimikroba yang terutama efektif terhadap kuman gram positif. Golongan ini efektif terhadap sebagian besar Staphylacoccus aureus dan Streptococcus termasuk Str. pyrogenes, Str.viridans, dan Str.  pneumonia. Bakteri gram positif yang juga sensitif ialah Clostridium perfringens, Listeria monocytogenes dan Corynebacterium diphteriae. Aktivitas antimikroba hanya sefalotin sedikit lebih aktif terhadap S. aureus. Mikroba yang resisten ialah strain S. aureus resisten metisilin, S. epidermidis dan Str. faecalis (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
2.      Sefalosporin generasi kedua
Golongan ini kurang aktif terhadap bakteri gram positif dibandingkan dengan generasi pertama, tetapi lebih aktif terhadap gram negatif. Misalnya: H. Influenzae, Pr. mirabilis, E. coli dan Klebsiella. Golongan ini tidak efektif terhadap Ps. Aeruginosa dan enterokokus. Untuk infeksi saluran empedu golongan ini tidak dianjurkan karena dikhawatirkan enterokokus termasuk salah satu penyebab infeksi. Sefoksitin aktif terhadap kuman anaerob (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
3.      Sefalosporin generasi ketiga
Golongan ini umunya kurang efektif dibandingkan dengan generasi pertama terhadap kokus gram positif, tetapi jauh lebih aktif terhadap Enterobacteriaceae, termasuk strain penghasil penisilinase. Di antara sediaan golongan ini ada yang aktif terhadap P. aeruginosa (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007).
4.      Sefalosporin generasi keempat
Antibiotika golongan ini (misalnya sefepim, sefpirom) mempunyai spektrum aktivitas lebih luas dari generasi ketiga dan lebih stabil terhadap hidrolisis oleh beta laktamase. Antibiotika tersebut dapat berguna untuk mengatasi infeksi kuman yang resisten terhadap generasi ketiga (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007

2.2.1 Golongan Sefalosporin Generasi I
1. CEPHALEXIN
Generasi : Generasi 1 dari sefalosporin
Indikasi :
infeksi bakteri seperti otitis media
faringitis
infeksi tulang dan sendi
pneumonia, selulitis, dan infeksi saluran kemih.
Kontra indikasi : hipersensitivitas pada cefalexin dan antibiotik golongan cephalosporin lainnya.
Efek samping :
gangguan pencernaan termasuk mual, muntah
diare,reaksi hipersensitivitas termasuk ruam kulit
urtikaria, demam, gatal, bengkak, kesulitan bernapas, kulit merah, melepuh, bengkak dan mengelupas.
Kehamilan :
Obat ini aman untuk dikonsumsi ibu hamil
Sediaan :
Tablet
Puyer
kapsul ( 250 mg dan 500 mg )
Khasiat :
digunakan untuk mengobati sejumlah infeksi yang disebabkan oleh bakteri, misalnya infeksi kulit, gigi, telinga, tenggorokan, dada, dan infeksi saluran kemih.
Nama dagang :
Pralexin forte, tepaxin, Keflex
Dosis :
Dewasa dan manula 500 mg 3 kali sehari, anak usia 5 tahun keatas 250 mg 3 kali sehari, bayi dibawah 5 tahun 125 mg 3 kali sehari.

2. CEFRADINE
Generasi : Ke 1 dari sefalosporin
Nama dagang :
Dynacef (lapidin)
Velodine (velodrom)
Dynacef (lovecef)
Indikasi : Infeksi bakteri gram positif dan gram egative
Tonsillitis
Sinusitis
Faringitis
laryngo-tracheo bronchitis
infeksi telinga (otitis media)
infeksi dada (bronchitis dan pneumonia)
infeksi kulit
infeksi kandung kemih, urethra (saluran yang membawa urin dari kandung keih) dan ginjal
Kontraindikasi :
Hipersensitivitas terhadap sefalosporin
Efek samping :
kulit melepuh
bengkak pada wajah,  bibir, wajah, bibir, dan lidah, rasa sesak pada dada dan sulit bernapas atau kulit gatal.
Diare berdarah
Mual muntah
Memar kulit
Sariawan
Sediaan obat :
Vial 1 gram; tablet 1 gram
capsul 250 mg, 500 mg
sirup 125 mg/5 ml
250 mg/5 ml
Toleransi terhadap ibu hamil :
Tidak aman bagi ibu hamil karena dapat mengganggu pertumbuhan dan kecacatan janin
Cara Penggunaan/ pemberian :
IM dan IV
Dosis :
dewasa, oral 250-500 mg tiap 6 jam atau 0,5-2 g tiap 12 jam
anak, 25-50 mg/kg bb/hari dalam dosis terbagi.

3. Cefazolin
A. Generasi : generasi ke 1
B. Di hasilkan dari : fungi penicillium chrysognum
C. Khasiat : adalah obat antibiotik dengan fungsi untuk mengobati berbagai jenis infeksi bakteri. Cefazolin dapat digunakan baik sebelum atau sesudah operasi tertentu untuk  mencegah infeksi.
D. Nama Dagang :
cefacidal,
cefamezin,cefrina
elzogram, faxilen, gramaxin,kefazol,
kefol,kefzolan,kezolin,novaporin,reflin,zinol,dan
E. Indikasi : Infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negatif.
Infeksi saluran pernafasan,saluran kemih  dan kelamin
kulit dan jaringan lunak,tulang dan  sendi,septikemia (keracunan darah oleh  bakteripatogenikdan atau zat-zat yang dihasilkan oleh bakteri tersebut) endokarditis (radang endokardium jantung) dan infeksi lain.pencegahan infeksi perioprasi.
F. Kontra Indikasi :  Hipersensitivitas
G. Efek Samping :
Reaksi hipersensitivitas
diare, eosinofilia,kandidiasis  pada rongga mulut dan alat kelamin
H. Sediaan Obat : Sebuk, vial 1g
I. Toleransi terhadap ibu hamil : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko  penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum   menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs  Administration (FDA).
J. Cara penggunaan/pemberian : Cara penggunaan nya bisa dengan injeksi IV Dan IM
K. Dosis : Pencegahan infeksi sebelum operasi 1g , untuk dewasa sehari 1 g dapat ditingkatkan menjadi 3-5g, anak-anak 20-40 mg/kg BB/Hari dalam 2-4 dosis terbagi, dapat ditingkatkan sebagai 100mg/kgBB.Bayi baru lahir  sehari duakali 10-20 mg/kgBB.

4. ERITROMISIN
A. Generasi : Generasi ke 1
B. Dihasilkan dari : Dihasilkan oleh suatu strain streptomyces erythreus
C. Khasiat : Mengatasi berbagai infeksi tubuh seperti mata,kulit ,dan pernafasan
D. Nama Dagang : Erytromisin, Alphathrocin, Althrocin, Bannthrocin, Camitrosin, Camitrosin Primacine, Primathrocin, Puricin.
Indikasi :
Infeksi saluran pernapasan bagian atas ringan  sampai sedang yang disebabkan oleh  Streptococcus  pyogenes (Streptococci p-Hemolitik Group A),  Streptococcus pneumonlae (Diplococcus pneumoniae), Haemophilus influenzae.
E. Kontra Indikasi : Hipersensitif terhadap Eritromisin
F. Efek Samping :
Gangguan pada saluran pencernaan seperti mual muntah, diare.
Reaksi-reaksi kepekaan seperti urtikaria, ruam kulit, reaksi anafilaksis dapat terjadi pada penderita yang hiper-sensitivitas.
G. Sediaan Obatm:  Tablet, kapsul,sirup
H. Toleransi Terhadap Ibu Hamilm:  aman
I. Cara Penggunaan/Pemberian : Oral
J. Dosis :  Anak-anak sampai 20 kg : 30-50 mg/kg berat badan/hari dibagi dalam jumlah yang sama tiap 6 Jam.Dewasa dan anak-anak diatas 20 kg : 1 kapsul
    
5. SEFALOTIN
Golongan : 1
Efek sanping :
Diare yang encer atau berdarah
Bercak putih atau nyeri di dalam mulut atau bibir
Demam, bengkak pada kelenjar, iritasi atau gatal-gatal, nyeri sendi, atau gejala sakit yang umum
Kejang
Kesediaan : Intravena
Kehamilan : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui. Selalu konsultasikan kepada dokter Anda untuk mempertimbangkan potensi manfaat dan risiko sebelum menggunakan obat ini. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B menurut US Food and Drugs Administration (FDA)

2.2.2 Golongan Sefalosporin Generasi II
1. CEFAMANDOL
A. Generasi :
ke II dari sefalosporin
E. Indikasi :
Profilaksis pada tindakan pembedahan
F. Kontraindkasi :
Alergi terhadap antibiotik golongan sefalosporin
A. Efek samping :
Mual
Muntah
Sakit perut
Sakit kepala
Nyeri sepanjang vena
Pendarahan
G. Kehamilan :
Jika efek terapi melebihi potensi akan beresiko pada janin atau bayi.
H. Cara penggunaan/ pemberian :
IM dan IV
I. Dosis :
0,5 – 2g tiap 4-8 jam

2. SEFAKLOR
Generasi : ke 2 dari sefalosforin
Khasiat :
infeksi yang disebabkan oleh bakteri seperti pneumonia
infeksi telinga
paru-paru, kulit, tenggorokan, dan saluran kemih.
Nama dagang :
Biocef
Ceclor
Medacef,Distaclor, Keflor, Raniclor
Indikasi :
infeksi karena bakteri gram positif dan gram negatif yang sensitif (seperti pneumonia dan infeksi pada telinga, paru-paru, tenggorokan, saluran kemih dan kulit)
Kontra indikasi : hipersensitifitas terhadap sefalosporin
Efek samping :
Diare dan colitis
Mual muntah
rasa tidak enak pada saluran cerna
reaksi alergi berupa ruam
Sediaan obat :
kapsul 250 mg, 500 mg
sirup 125 mg/5ml
tablet 375 mg, 500 mg, 750 mg
Toleransi ibu hamil : tidak ada bukti resiko pada kehamilan
cara pemberian : oral
dosis :
Dewasa : 3kali sehari 250-500 mg. Maksimal : 4 gram/hari.
Anak-anak : 20-40 mg/kg berat badan dalam 3 dosis terbagi.
Maksimal : 1 gram/hari.

3. CEFMETAZON
Generasi : Ke 2
Indikasi :
Infeksi akibat E. coli, Klebsiella
pneumoniae,  Proteus,dan Bacteroides
Kontraindikasi : Riwayat syok akibat Na Sefmetazol
Efek samping :
Reaksi hippersensitivitas
Jarang : syok
Granulopenia
Eosinofilia
Eritropenia
Trombositopenia
Gangguan saluran pencernaan
Avitaminosis(Vit K3, Vit B)
Anemiahemolitikum.
Sediaan obat : Vial 1 gram x 1 biji
Toleransi terhadap ibu hamil : Baik penelitian reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko pada janin maupun penelitian terkendali pada wanita hamil tidak memperlihatkan efek merugikan (kecuali penurunan kesuburan) dimana tidak ada penelitian terkendali yang mengkonfirmasi risiko pada wanita hamil semester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trisemester selanjutnya).
Cara Penggunaan/ pemberian : Diberikan secara injeksi intravena (IV)
Dosis :
Dewasa : 1-2 gram sehari dibagi dalam 2  dosis
Anak-anak : 25-100 mg/kg berat badan/hari dibagai menjadi 2 atau 4 dosis.

2.2.3 Golongan Sefalosporin Generasi III
1. Cefpodoxime
Generasi : ke 3 dari sefalosforin
Indikasi :
Infeksi saluran nafas atas dan bawah
Infeksi kulit dan jaringan lunak
Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi
Gonnorhea tanpa komplikasi
Kontra indikasi :
hipersensitivitas
kolitis bakteri Clostridium difficile terkait
tes fungsi hati yang abnormal
Efek samping :
gatal-gatal sulit bernafas pembengkakan wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.
Kehamilan :
Obat ini tidak akan membahayakan bayi dalam kandungan, Cefpodoxime mengalir ke dalam susu ibu dan boleh membahayakan bayi yang menyusu. Jangan gunakan ubat ini tanpa memberitahu doktor anda jika anda menyusukan bayi.
Sediaan :
Bubuk untuk suspensi, pemulihan, oral: 50mg / 5ml, 100mg / 5ml, tablet, oral 100mg, 200mg
Khasiat :
obat yang digunakan untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri
Nama dagang :
Duricef
alxil, ancefa, bidcief.
Dosis :
Dosis Dewasa untuk Bronkitis :
Eksaserbasi bakteri bronkitis akut: 200 mg secara oral setiap 12 jam selama 10 hari
Dosis Dewasa untuk Cystitis : secara oral setiap 12 jam selama 7 hari
Dosis Dewasa untuk Infeksi Gonokokal – Tidak Ada Komplikasi : Tidak ada komplikasi uretra, serviks, atau infeksi anorektal perempuan : 200 mg secara oral satu kali.
Dosis Dewasa untuk Infeksi Gonokokal – Diseminata : 400 secara oral dua kali sehari
Dosis Anak-anak untuk Otitis: 2 bulan sampai 12 tahun: 5 mg / kg / dosis (maksimal 200 mg) secara oral setiap 12 jam selama 5 hari

2.  CEFOTIAM
Generasi : ke 3 dari sefalosporin
Nama dagang :
Aspil ( caredolan )
Cefir (caredolan)
Cefotiam (cetivell)
Xafradol ( Ethidol )
Cefrin (fodiclo)
Indikasi :
septicemia, luka bakar, luka pasca oprasi, abses subcutanes, bronchitis, pneumonia, kolesititis, urwtritis
Kontraindikasi : hipersensitif terhadap antibiotik golongan sefalosporin; gagal ginjal dengan bersihan kreatinin gagal hati.
Efek samping :
syok
Hipersensitif
Pusing
Diare
Panas
Fases berdarah
sediaan obat :  Aspil injeksi 1gram
Toleransi terhadap ibu hamil : tidak dianjurkan diberikan pada ibu menyusui karena dapat dieksresi melalui ASI.
Cara Penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis :
Dewasa 0,5-2 gr/hari pemberian lewat IM/IV dalam 2 atau 4 dosis. Dosis dapat ditambah menjadi 4 gr bila penyakit septicemia
Anak 40-80 mg/kgBB/hari terbagi menjadi 3-4 dosis

3.  CEFOTAKSIM
Generasi : ke 3 dari sefalosporin
Dihasilkan dari : berasal dari sefalosporin
Khasiat :
infeksi bakteri
infeksi sendi
penyakit radang panggu
meningitis, pneumonia
infeksi saluran kemih
sepsis, gonore, dan selulitis.
Nama dagang : Claforan
Indikasi :
Gonorrhea
profilaksis bedah
meningitis dan epiglotitis Hemofilus.
Kontraindikasi : hipersensitivitas terhadap sefotaksim
Efek samping :
Rasa sakit dan peradangan pada tempat    injeksi/infus
Ruam, gatal, atau demam
Radang usus, diare, mual, muntah
Sediaan obat :  Vial 1 gram
Toleransi terhadap ibu hamil : tidak diketahui apakah membahayakan
Menyusui : terdapat di ASI dengan konsentrasi rendah
Cara penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis : Melalui injeksi intramuskular atau intravena atau infus intravena, 1 gram setiap 12 jam pada infeksi berat (contoh meningitis) ditingkatkan sampai 8 gram sehari dalam 4 dosis terbagi; dosis tinggi (sampai 12 gram sehari dalam 3-4 dosis terbagi) mungkin diperlukan :
NEONATUS 50 mg/kg sehari dalam 2-4 dosis terbagi ditingkatkan menjadi 150-200 mg/kg sehari pada infeksi berat.
ANAK 100-150 mg/kg sehari dalam 2-4 dosis terbagi ditingkatkan sampai 200mg/kg sehari pada infeksi berat

4. CEFOPERAZONE
Generasi : Ke 3
Berasal dari : Sefalosporin
Khasiat : untuk mengobati berbagai macam infeksi bakteri.
Nama dagang : Cefobid (penggunaannya tidak dilanjutkan)
Indikasi :
       - infeksi saluran pernafasan atas dan bawah
 - infeksi saluran kemih atas dan bawah
 - peritonitis, cholecystis, cholangitis, dan infeksi intra abdomen lainnya
 - infeksi kulit dan jaringan lunak.
Kontraindikasi : Hipersensitif terhadap antibiotik cephalosporin, penicillin,  atau sulbactam.
Efek samping :
       - ruam kulit
 - urtikaria eosinofilia
 - diare
 - mual
 - muntah
 - phlebitis hypoproyhrombinaemia superinfeksi
sediaan obat : - Intravena, Suntikan,Vial 1g
Toleransi terhadap ibu hamil dan menyusui : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui, tetapi selalu konsultasikan kepada dokter. Obat ini termasuk ke dalam risiko kehamilan kategori B/tidak beresiko ada beberapa penelitian menurut US Food and Drugs Administration (FDA).
Cara Penggunaan/ pemberian : IM dan IV
Dosis :
- dewasa : natrium: 2-4 g sehari dalam 2 dosis yang terbagi, meningkat menjadi 12 g sehari dalam 2-4 dosis yang terbagi untuk infeksi berat diberikan sebagai IM dalam atau infus IV.
- anak : Keamanan dan efektivitas belum ditetapkan pada pasien anak (kurang dari 18 tahun).

5. SEFTIZOKSIM
Generasi : ke 3 dari sefalosforin
Khasiat : membunuh bakteri dengan cara menganggu sintesis dinding sel bakteri.
Nama dagang :
cefim, cefizox, ceftien, ceftiz, ceftizoxime, chromagen, e-zox, tizos, tyzell, zexef.
Indikasi : Infeksi-infeksi yang disebabkan oleh bakteri
Infeksi sekunder akibat luka atau luka bakar.
Meningitis yang disebabkan oleh H. Influenzae
Kontra indikasi :
Riwayat syok yang disebabkan oleh ceftizoxime sodium dan pada pasien yang hipersensitif terhadap sefalosporin lain.
Riwayat hipersensitif terhadap lidokain atau anilide tipe anestetik lokal (jika lidokain digunakan untuk rekonstitusi sebelum pemberian intramuskular)
Efek samping :
gatal-gatal
kesulitan bernapas, pembengkakan wajah bibir lidah atau tenggorokan, sakit perut
mula dan muntah-muntah
Sediaan obat : Bubuk untuk suntikan: 500 mg, 1 g, 2 g, dan 10 g
Toleransi ibu hamil : Tidak ada penelitian yang memadai mengenai risiko penggunaan obat ini pada ibu hamil atau menyusui
Cara pemberian : injeksi intravena dan injeksi intramuskular
Dosis :
Injeksi intravena: Untuk dewasa biasanya 0,5-2 g/hari ceftizoxime diberikan secara intravena dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, dapat ditingkatkan menjadi 4 g/hari untuk infeksi yang berat atau parah, berdasarkan umur dan kondisi pasien. Untuk anak umur 6 bulan atau lebih biasanya, 40-80 mg/kg/hari ceftizoxime dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, dapat ditingkatkan menjadi 120 mg/kg/hari untuk infeksi berat atau parah, berdasarkan umur dan kondisi pasien.
Injeksi intramuscular: Untuk dewasa, biasanya 0,5-2 g/hari ceftizoxime diberikan secara intramuskular dalam 2-4 dosis terbagi yang sama, berdasarkan umur dan kondisi pasien

2.2.4 Golongan Sefalosporin Generasi IV
1. CEFEPIME
A. Generasi : ke IV dari sefalosporin
B. Dihasilkan dari :
C. Khasiat :
D. Nama dagang :
E. Indikasi : Untuk mengobati nfeksi bakteri tertentu seperti infeksi saluran napas bawah , infeksisaluran kemih, infeksi kulit,
F. Kontraindkasi :
G. Efek samping :
Hipersensitif : kemerahan, pruritus, demam
Saluran cerna : mual, muntah, diare, konstipasi, sakit perut.
Kardiovaskular : nyeri dadad. pernapasan : Batuk, nyeri di tenggorokan
SSP : Sakit kepala, pusing, insomnia, bingung
H. Kehamilan :
Aplikasi selama kehamilan di bawah pengawasan medis
Obat ini termasuk ke dala resiko khamilan kategori B (Tidak beresiko pada beberapa penelitian)
I. Cara penggunaan/ pemberian :
Oral
Intravena ( IV )
Intramuskular ( IM )
J. Dosis : 2gr dilakukan setiap 8-12 jam
K. Sediaan :
Larutan, intravena: 1g/50ml, 2g/50ml
Suspensi, injeksi: 1g, 2g
L. Kehamilan :
Aplikasi selama kehamilan di bawah pengawasan medis
Obat ini termasuk ke dala resiko khamilan kategori B ( Tidak beresiko pada beberapa penelitian

2.3   A.  Pengertian Makrolida
Macrolide merupakan suatu kelompok senyawa yang berhubungan erat, denganciri suatu cincin lakton ( biasanya terdiri dari 14 atau 16 atom ) di mana terkait gulagula deoksi. Antibiotika golongan makrolida yang pertama ditemukan adalah Pikromisin,diisolasi pada tahun 1950. Macrolide merupakan salah satu golongan obat antimikroba yang menghambatsintesis protein mikroba. Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S, untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.
Untuk kehidupannya, sel mikroba perlu mensintesis berbagaiprotein. Sintesis protein berlangsung di ribosom, dengan bantuan mRNA dan tRNA.Pada bakteri, ribosom terdiri atas atas dua subunit, yang berdasarkan konstantasedimentasi dinyatakan sebagai ribosom 30S dan 50S. untuk berfungsi pada sintesisprotein, kedua komponen ini akan bersatu pada pangkal rantai mRNA menjadi ribosom70S. Kerja dari makrolida ini adalah berikatan pada ribosome sub unit 50S dan mencegahpemanjangan rantai peptida.

B.   Struktur Obat dan Penjelasannya
Antibiotika golongan makrolida mempunyai persamaan yaitu terdapatnya cincinlakton yang besar dalam rumus molekulnya. Sebagai contoh terlihat pada struktur golonganmakrolida Eritromisin dibawa ini :

Secara umum, antibiotika golongan makrolida memiliki ciri-ciri struktur kimia seperti berikut :
1)    Cincin lakton sangat besar, biasanya mengandung 12 – 17 atom
2)    Gugus keton
3)    Satu atau dua gula amin seperti glikosida yang berhubungan dengan cincin lakton.
4)    Gula netral yang berhubungan dengan gula amino atau pada cincin lakton
5)    Gugus dimetilamino pada residu gula, yang menyebabkan sifat basis darisenyawa dan kemungkinan untuk dibuat dalam bentuk garamnya

C.   Mekanisme Kerja
Golongan makrolida menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnyadengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom subunit 50S,. Sintesis proteinterhambat karena reaksi-reaksi translokasi aminoasil dan hambatan pembentuk awalsehingga pemanjangan rantai peptide tidak berjalan. Macrolide bisa bersifat sebagaibakteriostatik atau bakterisida, tergantung antara lain pada kadar obat serta jenis bakteriyang dicurigai. Efek bakterisida terjadi pada kadar antibiotika yang lebih tinggi,kepadatan bakteri yang relatif rendah, an pertumbuhan bakteri yang cepat. Aktivitasanti bakterinya tergantung pada pH, meningkat pada keadaan netral atau sedikit alkali.
Meskipun mekanisme yang tepat dari tindakan makrolid tidak jelas, telahdihipotesiskan bahwa aksi mereka makrolid menunjukkan dengan menghambat sintesisprotein pada bakteri dengan cara berikut:
1)    Mencegah Transfer peptidil tRNA dari situs A ke situs P.
2)    Mencegah pembentukan peptida tRNA.
3)    Memblokir peptidil transferase.
4)    Mencegah perakitan ribosom
Antibiotik macrolida terikat di lokasi P-dari subunit 50S ribosom. Hal inimenyebabkan selama proses transkripsi, lokasi P ditempati oleh makrolida. Ketika t-RNA terpasang dengan rantai peptida dan mencoba untuk pindah ke lokasi P, t-RNAtersebut tidak dapat menuju ke lokasi P karena adanya makrolida, sehingga akhirnyadibuang dan tidak dipakai. Hal ini dapat mencegah transfer peptidil tRNA dari situs Ake situs-P dan memblok sintesis protein dengan menghambat translokasi dari rantaipeptida yang baru terbentuk. Makrolida juga memnyebabkan pemisahan sebelum waktunya dari tRNA peptidal di situs A.
Mekanisme kerja makrolida, selain terikat di lokasi P dari RNA ribosom 50S, juga memblokir aksi dari enzim peptidil transferase. Enzim ini bertanggung jawab untuk pembentukan ikatan peptida antara asam amino yang terletak di lokasi Adan P dalamribosom dengan cara menambahkan peptidil melekat pada tRNA ke asam aminoberikutnya. Dengan memblokir enzim ini, makrolida mampu menghambat biosintesisprotein dan dengan demikian membunuh bakteri.

D.   Farmakokinetika
Dalam penjelasan farmakokinetik berikut akan dijelaskan mekanisme farmakokinetik 3 antibiotik turunan makrolida yaitu eritromycin, Claritromycin, danazitromycin.
1. SPIRAMYCIN
Dihasilkan dari : Makrolida
Khasit : Mengobati berbagai infeksi, seperti toksoplasmosis pada ibu hamil, konjungtivitis, infeksi telinga, infeksi kulit
Nama dagang : Rovamycine
Indikasi : Mengobati berbagai infeksi, seperti toksoplasmosis pada ibu hamil, konjungtivitis, infeksi telinga dan kulit.
Kontraindikasi : Jangan digunakan bagi penderita yang memiliki riwayat hipersensitif (alergi) terhadap obat ini
Efek samping :
Mual dan muntah.
Diare.
Sakit perut.
Sediaan obat :
Kapsul
Tablet
Injeksi
Suppository
Toleransi terhadap ibu hamil : Obat ini digunakan untuk mengobati  toksoplasmosis pada wanita hamil karena dapat menurunkan risiko penyebaran infeksi pada bayi yang belum lahir.
Cara Penggunaan/ pemberian:
Oral
Injeksi
Dosis : Untuk remaja dan orang dewasa adala 500mg - 2 gram dikonsumsi sebanyak dua kali perhari. Dosis maksimal harian untuk obat ini adalah 2,5 gram. Khususnya untuk anak-anak, dosis spiramycin yang diberikan akan disesuaikan dengan berat badan anak.

 2)    Claritromycin
Dosis 500 mg menghasilkan konsentrasi serum sebesar 2-3 mg/mL. Waktuparuh claritromycin (6 jam) yang lebih panjang dibandingkan dengan eritromycinmemungkinkan pemberian dosis 2 kali sehari. Claritromycin dimetabolisme dalam hati.Metabolit utamanya adalah 14-hidroksiclaritromycin, yang juga mempunyai aktivitasantibakteri. Sebagian dari obat aktif dan metabolit utama ini dieliminsai dalam urine, danpengurangan dosis dianjurkan bagi pasien-pasien dengan klirens kreatinin dibawah 30mL/menit.

3)    Azitromycin
Azitromycin berbeda dengan eritromycin dan juga claritromycin, terutama dalam sifat farmakokinetika. Satu dosi Azitromycin 500 mg dapat menghasilkan konsentrasi serumyang lebih rendah, yaitu sekitar 0,4 µg/mL. Akan tetapi Azitromycin dapat melakukanpenetrasi ke sebagian besar jaringan dapat melebihi konsentrasi serum sepuluh hinggaseratus kali lipat. Obat dirilis perlahan dalam jaringan-jaringan (waktu paruh jaringanadalah 2-4 hari) untuk menghasilkan waktu paruh eliminasi mendekati 3 hari. Sifat-sifatyang unik ini memungkinkan pemberian dosis sekali sehari dan pemendekan durasi pengobatan dalam banyak kasus.
Azitromycin diabsorbsi dengan cepat dan ditoleransi dengan baik secara oral.Obat ini harus diberikan 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan. Antasidaaluminium dan magnesium tidak mengubah bioavaibilitas, namun memperlama absorbsi dan dengan 15 atom (bukan 14 atom), maka Azitromycin tidak menghentikan aktivitasenzim-enzim sitokrom P450, dan oleh karena itu tidak mempunyai interaksi obatseperti yang ditimbulkan oleh eritromycin dan claritmycin.

E.    Kontra Indikasi
Hipersensitivitas terhadap Clarithromycin, Eritromisin atau antibiotik makrolida lainnya.

F.    Efek Samping
Efek Samping dari makrolida :
1)    Efek-efek gastrointestinal : Anoreksia, mual, muntah dan diare sesekali menyertaipemberian oral. Intoleransi ini disebabkan oleh stimulitas langsung pada motilitasusus.
2)    Toksisitas hati : dapat menimbulkan hepatitis kolestasis akut (demam, ikterus,kerusakan fungsi hati), kemungkinan sebagai reaksi hepersensitivitas.
3)    Interaksi-interaksi obat : menghambat enzim-enzim sitokrom P450 danmeningkatkan konsentarsi serum sejumlah obat, termasuk teofilin, anti koagulanoral, siklosporin, dan metilprednisolon. Meningkatkan konsentrasi serum digoxinoral dengan jalan meningkatkan bioavailabilitas.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Mekanisme kerja antimikroba sefalosporin ialah dengan menghambat sintesis dinding sel mikroba dimana yang dihambat adalah reaksi transpeptidase tahap ketiga dalam rangkaian reaksi pembentukan dinding sel. Sefalosporin terhadap kuman gram-positif maupun gram-negatif, tetapi spektrum antimikroba masing-masing derivat bervariasi (Departemen Farmakologi dan Terapi FK UI, 2007). Antibiotika golongan Sefalosporin dibagi menjadi 4 generasi berdasarkan aktivitas antimikrobanya yang secara tidak langsung juga sesuai dengan urutan masa pembuatannya. Masing-masing generasi dan antibiotik memiliki dosis dan indikasi yang berbeda sehingga harus di pahami dengan cermat dan pemberian antibiotik tersebut.
Golongan makrolida menghambat sintesis protein bakteri pada ribosomnyadengan jalan berikatan secara reversibel dengan Ribosom.
Macrolide bisa bersifat sebagaibakteriostatik atau bakterisida, tergantung antara lain pada kadar obat serta jenis bakteriyang dicurigai. Efek bakterisida terjadi pada kadar antibiotika yang lebih tinggi, kepadatan bakteri yang relatif rendah, an pertumbuhan bakteri yang cepat. Aktivitasanti bakterinya tergantung pada pH, meningkat pada keadaan netral atau sedikit alkali.